Gelar Haji di Depan Nama, Ini Penjelasannya
- 14 Mei 2024 13:12 WIB
- Lhokseumawe
KBRN, Lhokseumawe: Sebagai bagian dari upaya edukasi haji bagi masyarakat, Kementerian Agama memfasilitasi acara Ngaji Manuskrip Kuno Nusantara (Ngariksa), yang menghadirkan filolog Oman Fathurahman, atau Kang Oman, yang juga sebagai Staf Ahli Menteri Agama.
Salah satu topik yang mendapat respon warganet dalam Ngariksa bertema “Kisah Haji Nusantara” itu adalah soal tradisi meletakkan gelar “Haji” atau “Hajjah” di depan nama orang Indonesia usai menunaikan ibadah haji.
Oman menjelaskan bahwa tradisi itu sah-sah saja. Salah satu alasannya adalah sejak masa silam, perjalanan menuju Tanah Suci bagi orang Nusantara adalah perjuangan berat tersendiri, harus mengarungi lautan, menerjang badai berbulan-bulan, menghindari perompak, hingga menjelajah gurun pasir.
Seorang yang berhasil melalui ujian tersebut, dan berhasil kembali selamat ke Tanah Air, kemudian dianggap berhasil mendapat anugerah dan kehormatan, apalagi Ka'bah dan Mekkah adalah kiblat suci umat Islam sedunia.
Itu mengapa dalam perkembangannya kemudian lazim di Indonesia ada pemberian gelar bagi jemaah haji usai menunaikan ibadah di Tanah Suci.
Masyarakat menambahkan kata ‘haji’ atau "hajjah" saat menyebut nama mereka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....