Makna Mendalam Lempar Jumrah, Pengingat untuk Menolak Godaan dalam Hidup

  • 26 Mei 2026 13:32 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID Lhokseumawe — Prosesi lempar jumrah menjadi salah satu rangkaian ibadah haji yang paling dikenal masyarakat. Kegiatan yang dilakukan di Mina, Arab Saudi tersebut selalu menarik perhatian karena melibatkan jutaan jamaah haji yang melempar batu kecil ke tiga titik jumrah, yakni Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah. Di balik pelaksanaannya, banyak masyarakat yang penasaran ke mana batu-batu itu akan berakhir setelah dilempar oleh para jamaah.

Ustadz Husaini Usman menjelaskan, batu yang dilempar jamaah haji sebenarnya akan jatuh ke area penampungan khusus yang telah disiapkan pemerintah Arab Saudi. Setelah proses lempar jumrah selesai, batu-batu tersebut kemudian dibersihkan menggunakan alat berat dan sistem pembersihan modern agar area jumrah tetap aman dan nyaman digunakan oleh jamaah berikutnya. Menurutnya, hal terpenting dari pelaksanaan tersebut bukan terletak pada batu yang dilempar, melainkan makna spiritual di baliknya.

Ia mengatakan lempar jumrah merupakan simbol perlawanan terhadap godaan setan dan hawa nafsu dalam diri manusia. Prosesi ini merujuk pada kisah Nabi Ibrahim AS yang mendapat godaan setan ketika hendak melaksanakan perintah Allah SWT untuk berkurban. Dengan melempar jumrah, jamaah diajak untuk menanamkan sikap taat, sabar, dan kuat menghadapi berbagai godaan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Ustadz Husaini Usman, makna lempar jumrah juga relevan bagi kehidupan masyarakat saat ini, terutama generasi muda. Ia menilai kegiatan tersebut dapat dimaknai sebagai upaya membuang sifat buruk seperti iri hati, amarah, malas, hingga perilaku yang menjauhkan diri dari nilai kebaikan. Karena itu, ibadah haji tidak hanya menjadi perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan untuk memperbaiki diri secara spiritual.

Selain memiliki makna mendalam, pelaksanaan lempar jumrah saat ini juga didukung fasilitas yang semakin modern. Pemerintah Arab Saudi telah membangun area jumrah bertingkat untuk mengurangi kepadatan jamaah serta mempermudah proses ibadah. Sistem pengamanan dan pengaturan arus jamaah juga terus ditingkatkan setiap musim haji agar kegiatan berjalan aman dan tertib.

Melalui lempar jumrah, jamaah haji diharapkan tidak hanya menjalankan rangkaian ibadah semata, tetapi juga memahami nilai kesabaran, keikhlasan, dan perjuangan dalam melawan hawa nafsu. Makna tersebut menjadi pesan penting agar semangat ibadah haji dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari setelah kembali ke tanah air.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....