Abati, Ingatkan Jamaah pada Pembukaan Manasik Haji Terintegrasi

  • 12 Feb 2026 16:36 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID,Lhokseumawe - Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Lhokseumawe, Abati Haji Abubakar Ismail, menyampaikan tausyiah pada acara pembukaan Manasik Haji Terintegrasi Kota Lhokseumawe Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan diikuti ratusan calon jamaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci tahun ini.Kamis 12 fabruari 2026.

Dalam tausyiahnya, Abati menekankan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi perjalanan spiritual yang menuntut kesiapan lahir dan batin. Ia mengingatkan para calon jamaah agar benar-benar mempersiapkan diri, baik dari segi ilmu manasik maupun dari sisi keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Abati secara khusus meminta para jamaah untuk menjaga hati, perkataan, dan perbuatan selama berada di Tanah Suci. Menurutnya, suasana di Makkah dan Madinah adalah tempat yang penuh kemuliaan, sehingga setiap ucapan dan tindakan harus senantiasa dijaga agar tidak mengurangi nilai ibadah. “Jangan sampai ibadah yang sudah diniatkan dengan baik ternodai oleh sikap dan perilaku yang tidak terjaga,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar niat dalam menunaikan ibadah haji tidak boleh melenceng dari tujuan utama, yakni semata-mata karena Allah SWT. Niat yang ikhlas menjadi fondasi utama dalam meraih predikat haji mabrur. Oleh karena itu, ia mengajak jamaah untuk terus meluruskan niat dan memperbanyak istighfar serta doa.

Selain itu, Abati menekankan pentingnya membersihkan hati dari berbagai penyakit hati seperti riya, sombong, iri, dengki, dan sifat-sifat tercela lainnya. Penyakit hati tersebut, katanya, dapat merusak amal ibadah yang telah dilakukan dengan susah payah. Ia berharap para jamaah mampu menjaga kebersihan hati agar seluruh rangkaian ibadah haji bernilai sempurna di sisi Allah SWT.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti persoalan kehalalan harta yang digunakan untuk menunaikan ibadah haji. Abati menegaskan bahwa biaya dan fasilitas yang digunakan harus benar-benar berasal dari sumber yang halal dan jelas. Jika harta yang digunakan tidak halal, hal itu dapat menjadi persoalan besar dan menghambat tercapainya haji mabrur.

Di akhir tausyiah, Abati Haji Abubakar Ismail mengingatkan para calon jamaah untuk memahami dan mengikuti tata cara ibadah haji sesuai tuntunan syariat. Ia mengajak seluruh peserta manasik untuk bersungguh-sungguh mempelajari setiap rukun dan wajib haji agar pelaksanaan ibadah di Tanah Suci berjalan lancar, tertib, serta mendapat ridha Allah SWT.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....