Ricuh Suporter Berujung Pemukulan, PWI Aceh Tunggu Kronologi Lengkap
- 27 Agt 2026 21:44 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Aceh Utara - Kericuhan antarsuporter seusai pertandingan sepak bola di Lapangan Bumigas Blang Jruen, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, Kamis sore, 27 Agustus 2026, berujung pada dugaan pemukulan terhadap Haiqal, Ketua Pemuda Gampong Ampeh yang juga berprofesi sebagai wartawan.
Dalam laporan yang diteruskan Ketua PWI Kota Lhokseumawe, Sayuti Achmad, kepada grup WhatsApp anggota PWI Aceh, kericuhan terjadi setelah pertandingan antara Gampong Ampeh dan Gampong Trieng. Keributan disebut bermula ketika salah seorang pemain Gampong Trieng melakukan selebrasi yang dinilai memprovokasi pendukung Gampong Ampeh.
Haiqal disebut berupaya melerai kericuhan tersebut. Dalam situasi itu, ia diduga terkena pukulan oleh seorang oknum anggota TNI dari Koramil 10 Tanah Luas berinisial H. Akibat kejadian tersebut, Haiqal harus mendapatkan penanganan medis di Puskesmas sebelum kemudian dirujuk ke RSU Cut Meutia Lhokseumawe.
PWI Aceh menegaskan masih menunggu kronologi lengkap terkait insiden tersebut. Pasalnya, berdasarkan laporan awal yang diterima Ketua PWI Lhokseumawe, Haiqal berada di lokasi sebagai Ketua Pemuda Gampong Ampeh dan terkena pukulan saat berupaya melerai kericuhan. Belum disebutkan secara tegas bahwa pemukulan terjadi ketika yang bersangkutan sedang menjalankan tugas jurnalistik.
Namun, informasi berbeda diberitakan beritamerdeka.net yang menyebut Haiqal mengalami pemukulan ketika sedang melakukan tugas peliputan pertandingan sepak bola antara PS Gampong Ampeh dan Gampong Trieng. Haiqal juga dilaporkan mengalami kesulitan bernapas setelah terkena hantaman.
Informasi terbaru yang diterima PWI Aceh menyebutkan persoalan tersebut telah disikapi unsur pimpinan Kecamatan Tanah Luas dengan meminta keterangan dari pihak-pihak yang terkait. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran utuh mengenai kronologi kejadian.
Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin, didampingi Wakil Ketua Bidang Advokasi Wartawan, Azhari, menyatakan pihaknya akan menunggu informasi dan kronologi lengkap sebelum mengambil sikap lebih jauh.
“Kami ikut berduka atas kejadian yang dialami seorang wartawan bernama Haiqal. Apapun alasannya, kekerasan oleh oknum aparat keamanan tidak boleh terjadi terhadap siapa pun,” tegas Nasir Nurdin.
PWI Aceh berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan menyerahkan penyelesaian persoalan tersebut melalui mekanisme yang berlaku, sembari memastikan fakta kejadian dapat terungkap secara objektif dan tidak menimbulkan informasi yang simpang siur di tengah masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....