Dibahas Anak Muda, Ini Alasan Korupsi Tak Kunjung Hilang

  • 26 Mar 2026 08:54 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID Lhokseumawe – Isu korupsi kembali menjadi topik hangat dalam obrolan santai di program SPADA (Selamat Pagi Teman Pro2) RRI Lhokseumawe, Kamis (26/03/2026). Dipandu Dhera, diskusi kali ini menghadirkan Firman Alfathy, mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal), yang mengajak anak muda untuk lebih kritis memahami mengapa praktik korupsi sulit diberantas.

Dalam perbincangan tersebut, Firman menjelaskan bahwa korupsi bukan sekadar persoalan hukum, tetapi juga berkaitan erat dengan budaya dan kebiasaan yang sudah mengakar. “Kadang kita tidak sadar, praktik kecil seperti ‘titip absen’ atau memanfaatkan koneksi bisa jadi pintu masuk ke perilaku korupsi yang lebih besar,” ujarnya. Ia menilai, normalisasi terhadap hal-hal kecil inilah yang membuat korupsi terus berulang.

Firman juga menyoroti faktor gaya hidup dan tekanan sosial sebagai pemicu. Menurutnya, keinginan untuk terlihat sukses secara instan sering membuat seseorang menghalalkan segala cara. “Bukan cuma soal ekonomi, tapi juga gengsi dan lingkungan. Kalau tidak punya integritas kuat, siapa pun bisa tergoda,” tambahnya dalam diskusi yang berlangsung interaktif tersebut.

Sementara itu, Dhera mengajak pendengar untuk melihat dari sisi penegakan hukum. Banyak masyarakat terkhusus anak muda, yang masih mempertanyakan efektivitas hukuman bagi pelaku korupsi. Firman pun menanggapi bahwa selain penegakan hukum yang tegas, transparansi sistem juga perlu diperkuat agar tidak ada celah yang bisa dimanfaatkan oleh oknum tertentu.

Dalam perspektif generasi muda, Firman optimistis bahwa perubahan tetap mungkin terjadi. Ia menekankan pentingnya peran Gen Z dalam membangun budaya anti korupsi, mulai dari hal sederhana seperti kejujuran dalam kehidupan sehari-hari hingga keberanian untuk menyuarakan kebenaran. “Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil, termasuk dari diri kita sendiri,” ungkapnya.

Melalui program SPADA ini, diharapkan obrolan ringan namun bermakna tersebut mampu membuka kesadaran anak muda bahwa korupsi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga seluruh elemen masyarakat. Dengan pemahaman yang lebih baik dan sikap kritis, generasi muda diharapkan menjadi garda terdepan dalam menciptakan Indonesia yang lebih bersih dan berintegritas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....