Mengejar DP Rumah atau Membeli Pengalaman? Gen Z Makin Realistis

  • 28 Sep 2026 15:29 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Bagi generasi muda, memiliki rumah sejak usia muda masih menjadi salah satu impian. Namun, perubahan kondisi ekonomi dan meningkatnya biaya hidup membuat sebagian Gen Z mulai melihat kembali prioritas tersebut. Dibandingkan terburu-buru mengumpulkan uang untuk uang muka atau down payment (DP) rumah, sebagian memilih menggunakan penghasilan untuk kebutuhan yang dianggap lebih dekat dengan kehidupan mereka saat ini, termasuk membeli pengalaman.

Pilihan tersebut bukan berarti Gen Z tidak memiliki keinginan untuk mempunyai rumah. Justru, banyak anak muda mulai menyadari bahwa membeli rumah membutuhkan perencanaan finansial yang panjang. Harga properti, biaya hidup, kebutuhan sehari-hari, hingga tuntutan pekerjaan membuat mereka perlu menghitung kemampuan sebelum mengambil cicilan dalam jangka waktu panjang.

Di sisi lain, pengalaman seperti traveling, mengikuti kegiatan baru, mencoba kuliner, menghadiri acara, atau belajar keterampilan tertentu dianggap memberikan nilai tersendiri. Pengalaman tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga bisa menjadi cara untuk menjaga keseimbangan hidup setelah menjalani rutinitas pekerjaan.

Media sosial turut memengaruhi cara Gen Z memandang kehidupan. Mereka melihat banyak orang membagikan perjalanan, aktivitas, hingga pencapaian personal. Namun, semakin banyak pula anak muda yang mulai memahami bahwa kehidupan tidak harus selalu mengikuti standar yang terlihat di media sosial. Memiliki rumah, kendaraan, atau barang tertentu bukan satu-satunya ukuran keberhasilan.

Karena itu, keputusan finansial Gen Z cenderung lebih fleksibel. Ada yang memilih fokus menabung untuk rumah, sementara lainnya membagi pendapatan untuk tabungan, investasi, kebutuhan keluarga, dan pengalaman. Pilihan tersebut kembali pada kondisi keuangan, tujuan hidup, serta kemampuan masing-masing.

Membeli pengalaman dan mengejar DP rumah tidak harus dipandang sebagai dua pilihan yang saling bertentangan. Keduanya bisa berjalan beriringan selama keuangan direncanakan dengan matang. Bagi Gen Z, menjadi realistis mungkin bukan berarti menyerah pada impian, tetapi memahami kapan harus mengejar sesuatu dan kapan perlu menikmati perjalanan menuju ke sana.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....