Belanja Digital Gen Z: ketika Scroll Berujung Checkout

  • 31 Jul 2026 06:03 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID,Lhokseumawe - Di era digital, belanja sudah menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari, terutama bagi Gen Z. Hanya dengan membuka ponsel, berbagai kebutuhan bisa dibeli dalam hitungan menit. Namun, di balik kemudahan tersebut, sering kali muncul kebiasaan baru yang membuat batas antara kebutuhan dan keinginan menjadi semakin tipis. Tidak sedikit orang yang awalnya hanya ingin melihat-lihat promo, tetapi akhirnya menekan tombol checkout untuk barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.

Kebiasaan ini sering terjadi dalam aktivitas sehari-hari. Misalnya, saat bangun tidur, banyak orang langsung membuka media sosial. Di sela-sela melihat unggahan teman atau video hiburan, muncul iklan sepatu, pakaian, tumbler, hingga aksesori yang sedang tren. Karena tampilannya menarik dan disertai diskon besar atau promo gratis ongkir, rasa ingin memiliki pun muncul. Padahal, barang serupa mungkin sudah ada di rumah dan masih layak digunakan. Tanpa berpikir panjang, transaksi pun selesai hanya dalam beberapa kali sentuhan di layar.

Hal serupa juga sering terjadi ketika sedang merasa bosan, lelah setelah bekerja, atau bahkan saat menunggu teman. Membuka aplikasi belanja dianggap sebagai hiburan. Fitur rekomendasi yang disesuaikan dengan riwayat pencarian membuat pengguna semakin tergoda. Ditambah lagi adanya ulasan positif, video unboxing, dan konten para kreator yang memperlihatkan barang-barang menarik, seseorang bisa merasa perlu membeli sesuatu agar tidak ketinggalan tren. Fenomena ini dikenal sebagai impulse buying, yaitu membeli secara spontan tanpa perencanaan.

Belanja digital sebenarnya memberikan banyak manfaat jika digunakan dengan bijak. Selain lebih praktis, konsumen dapat membandingkan harga, membaca ulasan, hingga menemukan produk yang sesuai dengan kebutuhan. Namun, penting untuk membiasakan diri membuat daftar belanja sebelum membuka aplikasi, menunda keputusan membeli selama beberapa jam atau bahkan sehari, serta bertanya pada diri sendiri, "Apakah barang ini benar-benar saya butuhkan atau hanya saya inginkan saat ini?" Cara sederhana tersebut dapat membantu menghindari pembelian yang tidak perlu.

Teknologi bukanlah penyebab seseorang menjadi boros, melainkan bagaimana kita menggunakannya. Gen Z dikenal sebagai generasi yang dekat dengan dunia digital, sehingga kemampuan mengelola keuangan juga perlu ikut berkembang. Belanja memang menyenangkan, tetapi akan jauh lebih memuaskan jika setiap pengeluaran dilakukan secara sadar dan sesuai kebutuhan. Dengan begitu, kebiasaan sehari-hari dalam berbelanja dapat berubah menjadi langkah yang lebih bijak untuk menjaga kondisi finansial tetap sehat, tanpa harus kehilangan kesempatan menikmati kemudahan teknologi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....