Niat Begadang Minum Kopi, Kok Malah Mengantuk? Ini Penyebabnya

  • 31 Jul 2026 05:57 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID Lhokseumawe - Kopi selama ini dikenal sebagai minuman andalan untuk mengusir kantuk, terutama bagi para pekerja lembur, pekerja shift malam dan mahasiswa yang harus begadang menyelesaikan tugas atau skripsi. Namun, tidak sedikit orang justru mengaku merasa semakin mengantuk setelah meminum kopi. Fenomena ini kerap menimbulkan pertanyaan, apakah kondisi tersebut normal atau menjadi tanda adanya gangguan kesehatan?

Dalam hal ini dr. Rivana Ameliya, menjelaskan bahwa rasa kantuk setelah minum kopi masih tergolong normal pada sebagian orang. Menurutnya, kafein bekerja dengan menghambat adenosin, yaitu zat kimia di otak yang memicu rasa kantuk. Namun, jika tubuh sudah mengalami kelelahan berat atau kurang tidur, kebutuhan tubuh untuk beristirahat tetap lebih dominan sehingga efek kafein tidak mampu menghilangkan kantuk sepenuhnya. Selain itu, faktor genetik dan kebiasaan mengonsumsi kopi setiap hari juga dapat membuat tubuh menjadi lebih toleran terhadap kafein.

dr. Reva menambahkan, kopi yang dicampur gula dalam jumlah tinggi juga dapat memberikan efek berbeda pada setiap orang. Kadar gula darah yang naik dengan cepat lalu kembali turun dapat membuat tubuh terasa lemas dan mengantuk. Karena itu, kopi sebaiknya tidak dijadikan pengganti waktu tidur. Menjaga kualitas tidur tetap menjadi cara paling efektif untuk memulihkan energi dan meningkatkan konsentrasi.

Pengalaman tersebut juga dirasakan oleh Raffi, mahasiswa tingkat akhir di salah satu perguruan tinggi di Lhokseumawe. Ia mengaku sengaja membuat secangkir kopi saat begadang mengerjakan skripsi dengan harapan bisa tetap fokus hingga dini hari. Namun, beberapa saat setelah menghabiskan kopinya, rasa kantuk justru datang lebih kuat. "Awalnya saya pikir kopinya kurang pekat, tapi ternyata badan memang sudah terlalu capek. Akhirnya tetap tertidur di depan laptop," ujarnya sambil tertawa.

Menurut dr. Reva, kondisi seperti yang dialami Raffi bukanlah hal yang aneh. Ketika tubuh sudah sangat lelah, sinyal biologis untuk beristirahat akan lebih kuat dibandingkan efek stimulan dari kafein. Ia menyarankan agar mahasiswa tidak memaksakan diri begadang secara terus-menerus karena kurang tidur dapat menurunkan daya ingat, konsentrasi, hingga produktivitas saat menyusun tugas akhir.

Karena itu, mahasiswa maupun pekerja yang membutuhkan konsentrasi tinggi disarankan mengatur waktu belajar dan beristirahat secara seimbang. Kopi boleh dikonsumsi secukupnya sebagai penunjang kewaspadaan, tetapi bukan solusi untuk mengatasi kurang tidur. Dengan pola istirahat yang cukup, tubuh akan lebih siap bekerja secara optimal dibandingkan hanya mengandalkan secangkir kopi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....