Bulu Babi, Hewan Laut Berduri yang Menyimpan Segudang Keunikan
- 30 Jun 2026 15:04 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Bulu babi merupakan salah satu hewan laut yang sering ditemukan di perairan dangkal, terutama di kawasan terumbu karang dan padang lamun. Meski namanya mengandung kata "babi", hewan ini sama sekali tidak memiliki hubungan dengan mamalia tersebut. Bulu babi mendapatkan namanya karena bentuk tubuhnya yang bulat dengan duri-duri tajam di seluruh permukaannya, menyerupai bulu pada tubuh babi. Hewan ini termasuk dalam kelompok Echinodermata, sama seperti bintang laut dan teripang.
Tubuh bulu babi dipenuhi duri yang berfungsi sebagai alat pertahanan diri dari predator. Selain melindungi diri, duri tersebut juga membantu bulu babi bergerak perlahan di dasar laut. Di bagian bawah tubuhnya terdapat ratusan kaki tabung kecil yang memungkinkannya menempel pada batuan serta mencari makanan. Makanan utama bulu babi adalah alga atau lumut laut, sehingga keberadaannya berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem terumbu karang.
Meski durinya tampak menakutkan, tidak semua jenis bulu babi berbahaya. Namun, beberapa spesies memiliki duri yang mengandung racun ringan sehingga dapat menyebabkan rasa nyeri, bengkak, hingga iritasi apabila menusuk kulit manusia. Karena itu, para penyelam maupun wisatawan yang beraktivitas di kawasan pantai berbatu disarankan berhati-hati agar tidak menginjak bulu babi yang sering bersembunyi di sela-sela karang.
Di berbagai negara, termasuk Indonesia, bagian telur atau gonad bulu babi justru menjadi hidangan laut yang bernilai tinggi. Dalam kuliner Jepang, gonad bulu babi dikenal dengan nama uni dan kerap disajikan sebagai sushi atau sashimi. Selain memiliki cita rasa khas, gonad bulu babi juga mengandung protein, asam lemak omega-3, vitamin, dan mineral yang bermanfaat bagi tubuh apabila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.
Keberadaan bulu babi tidak hanya penting sebagai bagian dari rantai makanan laut, tetapi juga menjadi indikator kesehatan ekosistem pesisir. Oleh karena itu, eksploitasi yang berlebihan perlu dihindari agar populasinya tetap terjaga. Dengan mengenal lebih jauh hewan laut berduri ini, masyarakat diharapkan semakin memahami perannya dalam menjaga keseimbangan alam sekaligus menghargai kekayaan biodiversitas laut Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....