Desy Fatmasari Juara 1 International Storytelling SELARAS 2026
- 25 Mei 2026 20:00 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhoksumawe - Desy Fatmasari, mahasiswi Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Malikussaleh berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 1 cabang Storytelling pada ajang SELARAS International Competition 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya.
Ajang bertaraf internasional tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai negara dan perguruan tinggi, seperti Universiti Pendidikan Sultan Idris, Korea Selatan, Tanzania, serta sejumlah universitas di Indonesia. Kompetisi ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan seni, dan literasi budaya di tingkat nasional maupun internasional.

Desy Fatmasari saat membawakan cerita rakyat “Joko Kendil” asal Jawa Tengah pada ajang SELARAS International Competition 2026 yang diselenggarakan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya. Penampilan penuh ekspresi tersebut mengantarkan mahasiswi FISIPOL Universitas Malikussaleh itu meraih Juara 1 kategori Storytelling tingkat internasional. (foto/desy/unimal)
Dalam kegiatan tersebut, terdapat berbagai cabang perlombaan, mulai dari penulisan pantun, penulisan puisi, baca puisi, pidato, storytelling, desain poster, penulisan hanzi, fotografi, solo pop, hingga solo dangdut. Pada kategori storytelling, Desy tampil membawakan cerita rakyat Joko Kendil yang berasal dari Jawa Tengah dengan penuh penghayatan, ekspresi, dan penampilan yang memikat perhatian dewan juri.
Adapun aspek penilaian meliputi penguasaan cerita, kualitas vokal dan intonasi, ekspresi, kreativitas penampilan, penghayatan karakter, serta kemampuan peserta dalam menyampaikan pesan moral kepada audiens.
Pada puncak pengumuman juara yang berlangsung pada 24 Februari 2026, Desy Fatmasari resmi diumumkan sebagai peraih Juara 1 Storytelling tingkat internasional. Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Universitas Malikussaleh sekaligus membuktikan bahwa cerita rakyat Indonesia mampu bersaing dan dikenal di kancah internasional.
Desy menyampaikan rasa syukur atas pencapaian yang diraihnya. Menurutnya, storytelling tidak hanya menjadi media hiburan, tetapi juga sarana untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya Nusantara kepada dunia internasional.
“Saya sangat bersyukur atas capaian ini. Melalui storytelling, kita dapat membumikan cerita-cerita rakyat Indonesia hingga ke tingkat internasional, sehingga warisan budaya dan cerita daerah tetap terjaga serta lestari di tengah perkembangan zaman,” ungkapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....