Hemat Listrik dan Air Bisa Dimulai dari Rumah

  • 22 Apr 2026 23:07 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID Lhokseumawe-Kebiasaan kecil di rumah ternyata bisa memberi dampak besar bagi pengeluaran bulanan. Mulai dari mematikan lampu yang tidak digunakan hingga menutup keran air dengan benar, semua hal sederhana itu dapat membantu mengurangi tagihan listrik dan air sekaligus menjaga lingkungan.

Penghematan listrik bisa dimulai dengan mematikan alat elektronik saat tidak dipakai. Televisi, kipas angin, charger ponsel, hingga rice cooker yang terus menyala tanpa perlu sering kali membuat penggunaan listrik menjadi lebih besar. Selain itu, penggunaan lampu LED dinilai lebih hemat karena membutuhkan daya lebih kecil dan memiliki usia pakai yang lebih lama dibandingkan lampu biasa.

Pada siang hari, masyarakat juga bisa memanfaatkan cahaya matahari agar tidak perlu menyalakan lampu terlalu lama. Penggunaan AC sebaiknya dibatasi dan diatur pada suhu 24 hingga 26 derajat agar lebih efisien. Jika cuaca tidak terlalu panas, kipas angin bisa menjadi pilihan yang lebih hemat untuk menjaga ruangan tetap nyaman.

Peralatan rumah tangga lain juga perlu digunakan dengan bijak. Mesin cuci dan setrika sebaiknya dipakai sekaligus dalam jumlah banyak agar tidak terlalu sering dinyalakan. Sementara itu, kulkas perlu dijaga agar pintunya tidak terlalu lama terbuka karena dapat membuat mesin bekerja lebih keras dan menghabiskan daya lebih banyak.

Untuk penghematan air, masyarakat bisa memulai dari kebiasaan sederhana seperti menutup keran saat menyikat gigi, mencuci tangan, atau saat sedang menggunakan sabun. Kebiasaan membiarkan air mengalir terus menerus tanpa disadari bisa membuat banyak air terbuang. Selain itu, keran yang bocor juga perlu segera diperbaiki karena tetesan kecil dapat membuang banyak air setiap hari.

Seorang ibu rumah tangga bernama Kurnia mengaku mulai membiasakan keluarganya untuk lebih hemat listrik dan air di rumah. Menurutnya, perubahan kecil seperti mematikan lampu dan mencabut charger setelah digunakan ternyata cukup membantu mengurangi tagihan bulanan. “Awalnya terasa biasa saja, tapi setelah dibiasakan, tagihan listrik jadi lebih ringan dan anak-anak juga ikut belajar peduli lingkungan,” ujarnya.

Hal serupa juga dirasakan Izza, seorang mahasiswa yang tinggal di kos. Ia mengaku harus lebih bijak menggunakan listrik dan air karena biaya bulanan ditanggung sendiri. “Kalau lampu atau kipas tidak dipakai, langsung saya matikan. Air bekas mencuci beras juga kadang dipakai lagi untuk siram tanaman di depan kos,” katanya.

Sementara itu, petugas PLN, Ardiansyah, mengatakan kebiasaan sederhana seperti mematikan alat elektronik yang tidak digunakan sangat berpengaruh terhadap penggunaan listrik di rumah. Menurutnya, masyarakat sering tidak sadar bahwa charger yang terus terpasang, lampu menyala di siang hari, atau AC yang terlalu dingin bisa membuat konsumsi listrik meningkat.

Dengan membiasakan seluruh anggota keluarga untuk lebih hemat listrik dan air, rumah tidak hanya menjadi lebih irit biaya, tetapi juga ikut menjaga lingkungan agar tetap lestari. Kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari dapat menjadi langkah besar untuk masa depan yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....