Stop Terpaksa, Mulai Self Improvement dari Belajar

  • 20 Apr 2026 19:03 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Isu tentang cara pandang belajar kembali menjadi perhatian di kalangan anak muda. Melalui sebuah materi bertema “Belajar sebagai Bentuk Self Improvement, Bukan Paksaan”, generasi muda diajak untuk mengubah mindset dalam menjalani proses belajar.

Dalam diskusi tersebut, Friska menyampaikan bahwa selama ini banyak anak muda masih menganggap belajar sebagai tekanan. Padahal, jika dipahami dengan benar, belajar merupakan kebutuhan untuk berkembang, bukan sekadar kewajiban.

“Kalau belajar cuma karena disuruh atau takut nilai jelek, biasanya cepat capek. Tapi kalau kita sadar itu untuk diri sendiri, kita jadi lebih semangat,” ujar Friska dalam dialog santai.

Materi ini juga menyoroti perbedaan antara belajar karena paksaan dan belajar untuk self improvement. Belajar yang didasari tekanan cenderung membuat seseorang mudah bosan dan tidak konsisten. Sementara itu, belajar yang berasal dari kesadaran diri akan terasa lebih ringan dan berkelanjutan.

Selain itu, anak muda juga diajak untuk mulai mengenali minat dan potensi diri. Dengan memulai dari hal yang disukai, proses belajar akan terasa lebih menyenangkan. Misalnya, belajar editing, berbicara di depan umum, atau mengembangkan keterampilan digital yang relevan dengan kebutuhan saat ini.

Diskusi ini juga menekankan pentingnya lingkungan pertemanan yang positif. Lingkungan yang mendukung dapat membantu menjaga semangat belajar, sementara lingkungan yang kurang mendukung justru bisa menghambat perkembangan diri.

Di tengah perkembangan teknologi dan media sosial, generasi muda diingatkan untuk bijak dalam mengelola waktu. Media sosial dapat menjadi sarana belajar, namun juga bisa menjadi distraksi jika tidak digunakan dengan tepat.

Sebagai penutup, Friska mengajak anak muda, khususnya di Lhokseumawe, untuk mulai mengubah cara pandang terhadap belajar.

“Jangan tunggu dipaksa. Karena nantinya, dunia yang akan menuntut kita untuk siap. Lebih baik kita yang mempersiapkan diri dari sekarang,” tutupnya.

Perubahan mindset ini diharapkan dapat mendorong generasi muda menjadi lebih mandiri, konsisten, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....