Fenomena Fandom, Kenapa Kita Bisa Segitu Loyalnya?

  • 26 Nov 2025 22:56 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN, Lhokseumawe: Fandom bukan sekadar suka sama artis, grup, atau film tertentu, ini sudah jadi kultur global yang mengikat jutaan orang. Menurut American Psychological Association (APA), manusia punya kecenderungan alami untuk mencari rasa memiliki (sense of belonging), dan fandom memberikan ruang aman untuk itu, tempat di mana orang merasa dimengerti, satu frekuensi, dan tidak di-judge.

BBC Culture juga pernah membahas bahwa loyalitas fandom sering muncul karena identitas: ketika seseorang melihat nilai, karakter, atau perjalanan idolanya mirip dengan dirinya sendiri. Itulah kenapa dukungan terasa personal, bukan sekadar “fans suka idol.” Selain itu, dikutip dari The Guardian, aktivitas fandom seperti streaming party, voting, sampai beli merchandise memicu pelepasan dopamin, hormon yang memengaruhi rasa senang dan bonding sosial. Jadi wajar kalau penggemar bisa setia bertahun-tahun, karena interaksi di fandom memang secara emosional memuaskan.

Di Indonesia pun sama. Kompas.com pernah menulis bahwa komunitas fandom menjadi tempat saling dukung, bahkan seperti keluarga virtual yang tumbuh bersama idolanya. Hubungan ini sering kali lebih dari sekadar hiburan, ada kenyamanan dan rutinitas yang membuat fans betah. Pada akhirnya, loyalitas fandom adalah kombinasi emosi, identitas, dan ikatan sosial. Ia bukan hal yang berlebihan melainkan bagian dari cara manusia merasa terhubung dengan dunia.

Kalau kamu lagi nge-fans sama siapa pun, dari K-pop sampai film, kamu bisa request lagu idol favoritmu atau OST film favoritmu di RRI Pro 2 Lhokseumawe, biar makin terasa vibes fandomnya! Langsung request di RRI Digital yuk!

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....