Fakta Uniknya datang Musim Durian

  • 17 Nov 2025 07:54 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN, Lhokseumawe : Musim durian tahun ini kembali menggeliat dengan derasnya panen di berbagai wilayah, dan ternyata ada sejumlah fakta unik yang menjelaskan mengapa durian tiba-tiba “raja buah” kembali mendominasi pasar. Dilansir dari laporan Yeli Sarvina dan Kharmila dalam riset “Dampak ENSO Terhadap Produksi dan Puncak Panen Durian di Indonesia”, salah satu faktor kunci adalah fenomena cuaca skala besar bernama ENSO (El‑Niño dan La‑Niña)

Menurut penelitian tersebut, saat El‑Niño terjadi, curah hujan menurun, sehingga menciptakan periode kering yang ideal bagi pohon durian untuk memulai proses berbunga. Durian membutuhkan masa kering lebih dari tiga bulan agar induksi bunga berlangsung optimal. Sebaliknya, saat La‑Niña, curah hujan yang tinggi bisa mengganggu perkembangan bunga, bahkan membuat bunga rontok sebelum sempat menjadi buah.

Namun, cuaca saja bukan faktor tunggal. Para ilmuwan pertanian juga telah menemukan bahwa durian bisa “dipaksa” berbuah di luar musim lewat teknik stres air. Balai Penelitian Pertanian Tropika mencatat bahwa dengan menerapkan periode kekeringan berkepanjangan (sekitar 2–8 minggu), petani bisa merangsang tanaman durian untuk berbunga lebih cepat, bahkan di luar musim alami.

Selain itu, durian ternyata punya banyak varietas unik. Menurut Digitalani IPB, dari 30 spesies durian yang diketahui, hanya sekitar 11 jenis yang bisa dimakan.

Variasi genetik tersebut membuat pola berbunga dan musim panen juga berbeda-beda, tergantung jenis duriannya.

Fakta menarik lain adalah durian yang tumbuh di hutan Kalimantan. Seperti dilaporkan Kompas.id, beberapa pohon durian liar yang telah berusia ratusan tahun di Kalimantan Barat mulai berbuah kembali menjelang akhir tahun, menciptakan puncak panen bertepatan dengan Natal dan Tahun Baru.

Secara budaya, musim durian juga menjadi ajang komunitas lokal menggelar festival dan tradisi khas. Di berbagai daerah, masyarakat merayakan musim panen durian dengan festival durian, yang tidak hanya menyajikan buah segar, tetapi juga tradisi lokal dan kebersamaan.

Dengan rangkaian faktor mulai dari cuaca skala global (ENSO), teknik agronomi modern, hingga kekayaan genetik durian lokal, musim durian tahun ini pun terasa lebih istimewa. Bagi pecinta durian, inilah momen yang pas untuk menikmati “raja buah” dengan kesadaran bahwa setiap durian yang jatuh memiliki cerita alam dan ilmu di baliknya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....