Kuchisabishii, Saat Mulut Kesepian Minta Diperhatikan

  • 29 Okt 2025 12:11 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN, Lhokseumawe: Pernah gak sih kamu tiba-tiba pengin ngemil padahal baru aja makan? Lagi rebahan, nonton, atau ngerjain tugas, tangan otomatis nyari sesuatu buat dikunyah. Tenang, kamu gak aneh kok, orang Jepang bahkan punya istilah khusus buat itu: kuchisabishii (口寂しい), yang artinya “mulut yang kesepian.”

Istilah ini menggambarkan kebiasaan makan atau ngemil bukan karena lapar, tapi karena… ya, pengin aja. Kadang karena bosan, canggung, stres, atau butuh sesuatu buat ngisi waktu. Dalam psikologi modern, perilaku ini mirip dengan emotional eating, yaitu ketika seseorang makan untuk menenangkan emosi, bukan karena kebutuhan fisik.

Menurut Psychology Today, kegiatan makan bisa memicu produksi dopamin, hormon kebahagiaan yang bikin kita merasa lebih rileks dan tenang. Jadi, gak heran kalau ngemil sering jadi pelarian instan dari rasa cemas atau kesepian. Tapi kalau berlebihan, tentu bisa berdampak pada pola makan dan kesehatan.

Yang menarik, budaya Jepang memandang kuchisabishii bukan sekadar kebiasaan buruk, tapi juga pengingat penting: tubuh dan pikiran kita saling terhubung. Mereka punya cara unik untuk mengatasinya lewat mindful eating, yaitu menikmati setiap gigitan dengan penuh kesadaran. Jadi, bukan sekadar makan, tapi benar-benar merasakan tekstur, rasa, dan momen itu sendiri.

Mungkin, pelajaran dari kuchisabishii ini sederhana tapi berharga: terkadang, yang kita butuhkan bukan camilan tambahan, tapi perhatian kecil untuk diri sendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....