Kenapa Orang Suka Bilang “Lore” di Internet?
- 28 Sep 2026 13:36 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - “Wait, apa lore-nya?” Kalimat seperti ini sekarang bisa muncul di mana saja. Teman tiba-tiba cerita pernah ikut lomba balet waktu kecil, lalu ada yang bilang, “Wah, baru tahu lore lo.” Seorang kreator mengunggah foto lama dan menulis “lore drop”, atau fandom membahas kejadian bertahun-tahun lalu seolah-olah sedang membongkar arsip sejarah. Padahal, kalau diterjemahkan mentah-mentah, lore terdengar seperti kata yang cocok untuk buku mitologi atau dunia fantasi. Di internet, kata itu justru dipakai untuk sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari: cerita di balik sesuatu.
Secara tradisional, lore berarti pengetahuan, cerita, atau tradisi yang diwariskan dan berkaitan dengan suatu subjek atau kelompok. Oxford Learner’s Dictionary mencatat bahwa kata ini berasal dari bahasa Inggris Kuno lār, yang berarti “instruction” atau pengetahuan. Dalam dunia fiksi, maknanya kemudian sangat akrab dengan cerita latar sebuah karakter, dunia, atau semesta tertentu. Jadi ketika pemain membahas game lore, mereka sebenarnya sedang membicarakan sejarah, karakter, kejadian, dan informasi yang membuat dunia dalam game tersebut terasa punya kehidupan sendiri.
Nah, internet mengambil konsep tersebut lalu membawanya ke dunia nyata. Cambridge Dictionary bahkan sekarang mencatat penggunaan slang lore untuk menyebut fakta tentang sejarah dan latar belakang seseorang, suatu subjek, atau situasi yang membantu kita memahaminya. Karena itu, seseorang bisa punya personal lore, sebuah fandom bisa punya fandom lore, dan sebuah meme pun bisa punya lore. Intinya bukan harus berupa cerita panjang atau rahasia besar, tetapi ada konteks masa lalu yang membuat sesuatu yang kita lihat sekarang jadi lebih masuk akal.
Penggunaan seperti ini terasa sangat cocok dengan cara internet menyimpan cerita. Media sosial sering hanya memperlihatkan potongan kecil dari seseorang, sementara konteksnya tersebar di unggahan lama, komentar, video, atau cerita orang lain. Akhirnya muncul pertanyaan seperti, “What’s the lore?”, yang sebenarnya berarti, “Oke, tapi sejarah lengkapnya apa?” Axios mencatat bahwa penggunaan lore di media sosial berkembang menjadi cara untuk menyebut backstory, anekdot, atau pengungkapan cerita personal, termasuk istilah seperti lore drop.
| Baca juga: Waspada! Jangan Asal Scan QR Code |
Makanya istilah seperti “lore drop” terdengar lucu ketika digunakan untuk kehidupan biasa. Secara konsep, lore drop berarti seseorang tiba-tiba membocorkan bagian dari sejarahnya yang sebelumnya tidak diketahui orang lain. Fast Company mencatat penggunaan lore di internet untuk cerita personal yang dramatis, mengejutkan, atau membentuk identitas seseorang, termasuk istilah seperti having lore dan dropping lore. Jadi ketika teman tiba-tiba bilang, “Gue dulu pernah tinggal di tiga kota,” lalu semua orang langsung, “LAH KOK BARU TAU? DROP THE LORE,” sebenarnya mereka sedang memperlakukan kehidupan temannya seperti karakter dengan backstory.
Yang membuat istilah ini semakin enak dipakai adalah efek bercandanya. Mengatakan “cerita masa lalu gue” terdengar biasa, sedangkan “ini bagian dari lore gue” membuat kehidupan sendiri terdengar seperti punya cinematic universe. Pengalaman receh, hubungan pertemanan, kebiasaan aneh, kejadian memalukan, bahkan sejarah sebuah akun bisa diperlakukan seperti bagian dari canon. Wiktionary juga mencatat penggunaan lore sebagai slang internet untuk trivia atau informasi tentang diri seseorang.
Jadi kalau sekarang ada yang bilang “gue belum tahu lore-nya”, mereka belum tentu sedang membicarakan game atau anime. Bisa jadi mereka cuma ingin tahu kenapa dua teman tiba-tiba tidak saling follow, kenapa sebuah akun punya inside joke tertentu, atau kenapa seseorang selalu membawa botol minum yang sama sejak 2019. Lore membuat internet memperlakukan kehidupan sehari-hari seperti sebuah cerita yang punya karakter, timeline, konflik, dan detail tersembunyi. Dan mungkin itu yang membuat kata ini begitu pas untuk budaya internet: di internet, hampir semua orang terlihat seperti punya backstory yang belum kita tahu. Temukan lebih banyak cerita tentang bahasa internet, tren digital, dan budaya pop hanya di RRI Lhokseumawe.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....