Disindir lewat Lagu Jerebu, Warganet Indonesia Malah Bilang: Kali Ini Tak Marah
- 17 Sep 2026 12:16 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Biasanya, sindiran bisa memancing emosi. Namun, lain cerita dengan sindiran soal jerebu yang dikemas lewat lagu oleh kreator asal Malaysia, Nazreen Amsyar. Melalui akun Instagram @nazreen.amsyar, Nazreen mengunggah sebuah video parodi bertema jerebu pada 5 September 2026. Dengan irama lagu yang sedang populer, persoalan jerebu diubah menjadi lirik bernuansa jenaka.
Video tersebut kemudian mendapat perhatian besar di media sosial. Hingga terpantau, unggahan itu telah mengumpulkan puluhan ribu tanda suka dan ribuan komentar. Yang menarik bukan hanya parodinya, tetapi juga respons warganet Indonesia di kolom komentar.
Sejumlah warganet asal Indonesia justru menanggapi sindiran tersebut dengan humor. Salah satunya mengaku baru kali ini merasa “kena sindir”, tetapi tidak sampai marah. Komentar lain bahkan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Nazreen karena dianggap telah ikut “speak up” mengenai persoalan jerebu. “Terima kasih kepada abang yang speak up topik jerebu ni, kami dah sesak napas juga,” tulis salah satu warganet Indonesia dalam kolom komentar.
Respons tersebut membuat kolom komentar video berubah menjadi ruang percakapan lintas negara. Sindiran yang biasanya berpotensi memicu perdebatan justru dibalas dengan candaan, pengakuan bahwa persoalan asap memang dirasakan, serta ajakan untuk sama-sama memperhatikan kondisi udara.
| Baca juga: Trailer “MOTTO” Rilis, ITZY Bikin Penasaran! |
Bagi warganet yang terdampak asap, persoalan jerebu bukan sekadar bahan lelucon. Kabut asap dapat mengganggu aktivitas dan membuat kualitas udara menjadi perhatian masyarakat. Namun, cara Nazreen mengemasnya melalui musik membuat isu tersebut terasa lebih ringan untuk dibicarakan.
Fenomena ini sekaligus memperlihatkan bagaimana media sosial dapat mengubah isu lingkungan menjadi konten kreatif yang mudah menyebar. Lagu, humor, dan komentar warganet kemudian menjadi jembatan percakapan antara masyarakat Malaysia dan Indonesia.
Di tengah persoalan jerebu yang menyentuh kehidupan masyarakat di kawasan Asia Tenggara, mungkin ada satu hal yang bisa disepakati dari kolom komentar tersebut: kalau sudah sama-sama susah bernapas, setidaknya masih bisa sama-sama tertawa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....