Apakah Kucing Cegukan Obatnya Dikagetin Juga?

  • 16 Sep 2026 16:51 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Pernah lihat kucing tiba-tiba seperti “hik, hik, hik” setelah makan, lalu kita ikut panik karena takut dia kenapa-kenapa? Lucunya, cegukan ternyata bukan cuma urusan manusia. Kucing juga bisa mengalaminya, terutama anak kucing. Gerakannya bisa berupa suara kecil seperti “hik”, kepala yang sedikit tersentak, atau bahkan kejang kecil di area tenggorokan dan perut yang hampir tidak terdengar.

Secara sederhana, cegukan terjadi ketika diafragma, otot yang membantu proses pernapasan, mengalami kontraksi secara tidak sengaja. Pada kucing, salah satu penyebab yang cukup umum adalah makan terlalu cepat atau terlalu banyak. Ketika makan terburu-buru, kucing bisa ikut menelan udara, kemudian terjadi spasme pada diafragma. Jadi kalau si meong habis makan dengan kecepatan seperti sedang ikut lomba, lalu beberapa menit kemudian mulai “hik hik”, ada kemungkinan perutnya cuma sedang protes kecil.

Lalu pertanyaan besarnya: boleh nggak kucingnya dikagetin supaya cegukannya hilang? Jawabannya, jangan. Trik seperti membuat manusia kaget atau menyuruhnya melompat bukan cara yang disarankan untuk kucing. Cats Protection justru menyarankan agar kucing yang cegukan dibiarkan berada di lingkungan yang tenang karena membuatnya kaget hanya berpotensi menambah stres. Jadi kalau biasanya kita punya teman yang bilang, “Coba dikagetin!”, untuk kucing lebih baik jangan bereksperimen dengan “BU!” dari belakang sofa.

Kalau cegukannya terlihat ringan dan kucing tetap bertingkah normal, yang perlu dilakukan sebenarnya sederhana: biarkan dia tenang dan sediakan air minum segar. Jangan dipaksa makan atau minum hanya karena ingin cegukannya cepat hilang. Kalau penyebabnya adalah kebiasaan makan terlalu cepat, porsinya bisa dibagi menjadi beberapa kali makan yang lebih kecil. Puzzle feeder atau slow feeder juga dapat membantu membuat proses makan lebih pelan.

Ada satu hal yang juga perlu diperhatikan, yaitu jangan sampai kita salah mengira batuk atau tersedak sebagai cegukan. Cegukan biasanya terjadi ketika kucing tetap terlihat normal, sementara batuk, gagging, atau gangguan pernapasan dapat disertai gerakan tubuh dan gejala lain. Cats Protection menyarankan memperhatikan apakah ada batuk, bersin, kedutan, atau perubahan pola napas. Kalau ada perubahan pada pernapasan, itu bukan waktunya menunggu sambil berharap “nanti juga hilang”.

Cegukan yang sesekali terjadi biasanya tidak perlu langsung membuat pemilik panik. Namun kalau berlangsung berjam-jam, sering berulang, atau muncul bersama muntah, batuk, sulit bernapas, lemas, perubahan nafsu makan, atau gejala lain, sebaiknya konsultasikan dengan dokter hewan. PetMD mencatat bahwa cegukan yang berlangsung lama atau menjadi sangat sering dapat berkaitan dengan masalah lain, sehingga perlu diperiksa lebih lanjut. Kalau kejadian seperti ini muncul, merekam videonya juga bisa membantu dokter hewan melihat seperti apa gerakan yang sebenarnya terjadi.

Jadi, kalau suatu malam kamu melihat kucing duduk manis sambil “hik... hik... hik...”, nggak perlu langsung panik dan apalagi bikin dia kaget. Anggap saja dia sedang mengalami versi mini dari cegukan manusia. Pastikan dia tenang, perhatikan kondisinya, dan lihat apakah cegukannya berhenti sendiri. Karena ternyata menjadi pemilik kucing juga berarti belajar satu hal penting: nggak semua suara aneh harus langsung dibalas dengan “BU!”. Temukan lebih banyak informasi ringan dan menarik lainnya hanya di RRI Lhokseumawe.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....