Ini 5 Font yang GEN Z BANGET Buat Desain

  • 17 Sep 2026 06:48 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Kalau desain terasa terlalu aman, kadang masalahnya bukan di layout atau warnanya, tetapi di font yang dipakai. Ada font yang langsung memberikan kesan playful, ada yang terasa seperti teknologi, ada yang retro, dan ada juga yang kelihatan clean tetapi tetap punya karakter. Buat desain yang ingin terasa dekat dengan budaya visual Gen Z, pemilihan font bisa menjadi salah satu cara paling cepat untuk mengubah suasana tanpa harus mengacak-acak seluruh layout. Lima font ini punya karakter yang cukup berbeda, tetapi semuanya bisa memberi desain sedikit lebih banyak personality.

Barriecito

Barriecito cocok buat kamu yang ingin desain terasa playful, spontan, dan sedikit handmade. Bentuk hurufnya memang sengaja memiliki kesan yang tidak terlalu formal, dengan ritme yang membuatnya terasa hangat dan ekspresif. Dokumentasi dari Omnibus-Type menyebut Barriecito dirancang untuk komunikasi yang warm, fun, dan lively, sehingga cocok digunakan pada headline, poster, maupun materi promosi. Font ini paling enak dipakai sebagai display font, bukan memenuhi satu halaman dengan teks panjang.

Geist Pixel

Kalau ingin sesuatu yang lebih digital, Geist Pixel langsung membawa desain ke arah yang berbeda. Font ini merupakan bagian dari keluarga Geist milik Vercel dan dibuat dengan konstruksi berbasis pixel grid, sehingga memberikan perpaduan antara nostalgia tampilan komputer lama dan estetika digital yang lebih modern. Menariknya, Geist Pixel memiliki lima varian, yaitu Square, Grid, Circle, Triangle, dan Line, jadi efek pixel-nya tidak berhenti pada bentuk kotak klasik saja. Font ini cocok untuk judul, poster, konten teknologi, gaming, atau desain yang ingin terasa sedikit futuristic.

Righteous

Kemudian ada Righteous, font yang punya energi retro tetapi tidak terasa jadul. Desainnya terinspirasi dari bentuk huruf bergaya Art Deco dan menggunakan konstruksi geometris yang cukup kuat, sehingga sekali dipasang dalam ukuran besar, karakternya langsung terlihat. Karena hanya memiliki satu weight, Righteous lebih cocok diperlakukan sebagai font display untuk headline, poster, packaging, atau elemen yang memang ingin menjadi pusat perhatian. Kalau desainmu membutuhkan sesuatu yang terasa bold, confident, dan sedikit retro-futuristic, font ini bisa jadi pilihan yang menarik.

Cottorway

Cottorway punya arah yang lebih clean dan modern. Dibuat oleh Evin Tony dan diterbitkan FoxType, keluarga Cottorway tersedia dalam enam weight dari Light sampai Extra Bold, sehingga jauh lebih fleksibel untuk membangun hierarki dalam satu desain. Karakternya tetap modern dan rapi, tetapi tidak terasa terlalu steril, sehingga bisa digunakan untuk branding, headline, poster, maupun editorial. Kalau Barriecito terasa playful dan Geist Pixel terasa digital, Cottorway bisa menjadi pilihan ketika kamu ingin desain yang lebih polished tetapi tetap punya personality.

DM Sans

Terakhir, ada DM Sans, yang justru paling kalem di antara semuanya. Jangan salah, font yang clean bukan berarti membosankan. DM Sans dirancang sebagai sans serif yang fleksibel dan berasal dari pengembangan typeface yang dikerjakan Colophon Foundry bersama MultiAdaptor dan tim DeepMind. Karena tampilannya lebih netral, DM Sans bisa menjadi pasangan yang bagus untuk font display yang lebih “berisik”, misalnya Barriecito untuk judul dan DM Sans untuk informasi pendukung. Dengan begitu, desain tetap punya karakter tanpa membuat semua elemen berteriak meminta perhatian.

Kalau disusun berdasarkan vibe, kelimanya bahkan bisa dianggap seperti punya kepribadian masing-masing: Barriecito untuk playful dan handmade, Geist Pixel untuk digital dan nostalgic, Righteous untuk retro dan bold, Cottorway untuk clean dan modern, sementara DM Sans untuk minimal dan versatile. Tidak ada yang otomatis paling “Gen Z”, karena yang membuat sebuah desain terasa kekinian bukan satu font saja, melainkan bagaimana font tersebut dipadukan dengan warna, gambar, layout, spacing, dan konteksnya. Justru kombinasi font yang tepat sering kali lebih menarik daripada memakai lima font unik sekaligus dalam satu desain.

Satu hal yang jangan sampai dilupakan sebelum font dipakai untuk pekerjaan profesional: cek lisensinya. Barriecito, Geist Pixel, Righteous, dan DM Sans menggunakan SIL Open Font License (OFL), yang secara umum mengizinkan penggunaan, modifikasi, dan distribusi font dengan ketentuan lisensinya. Sementara Cottorway berbeda, karena merupakan font komersial dari FoxType dan lisensinya dibedakan berdasarkan kebutuhan seperti desktop, webfont, digital advertising, dan penggunaan lainnya. MyFonts secara khusus menjelaskan bahwa lisensi desktop Cottorway mencakup penggunaan desain seperti logo, poster, social post, dan video, tetapi penggunaan tertentu seperti webfont atau aplikasi membutuhkan lisensi yang sesuai. Jadi, sebelum memakai font untuk pekerjaan klien, branding, iklan, atau proyek kantor, jangan cuma lihat apakah font-nya bisa di-download gratis, tetapi cek juga lisensi dan jenis penggunaan yang diizinkan. Temukan lebih banyak rekomendasi font, desain, dan inspirasi visual lainnya hanya di RRI Lhokseumawe.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....