Adu Kelincahan Dua Syeh Seudati Tunang di Pentas Budaya

  • 07 Sep 2026 07:37 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe — Denyut tradisi luhur Aceh yang sempat meredup bersiap kembali berdenyut keras di jantung kota. Komunitas Saleum mengagendakan pertunjukan kolosal Seudati Tunang dalam balutan agenda Pentas Budaya Sudut Kota, yang dijadwalkan mentas di Komplek Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, pada 11 September 2026.

Mendapat dukungan penuh dari Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan RI 2026 lewat usungan tema “Tradisi Lestari, Budaya Bangkit”, helatan ini mempertemukan dua kekuatan seni tradisi dari kawasan berbeda. Grup Seudati di bawah naungan Komunitas Saleum akan turun gelanggang menghadapi ketangguhan Seudati Sanggar Rawali asal Nagan Raya.

Aksi panggung tersebut dipastikan menyedot perhatian publik lantaran mempertemukan dua maestro terkemuka, Syeh Dhan Geunta dan Syeh Indismi. Keduanya bakal saling uji kepiawaian fisik, ketajaman diksi syair, hingga kedalaman narasi rukun seudati sebagai wujud pertarungan kehormatan menjaga marwah kebudayaan lokal.

Ketua Komunitas Saleum, Imam Juaini, menegaskan bahwa pementasan ini merupakan ikhtiar penyelamatan warisan leluhur dari ancaman kepunahan akibat tergerus arus modernitas yang kian masif.

"Seudati Tunang sudah jarang diadakan. Kalau terus dibiarkan, bukan tidak mungkin tradisi ini akan hilang dan punah pada suatu masa," ungkap Imam Juaini, Minggu 6 September 2026.

Berjalan berdampingan dengan perhelatan akbar Aceh Culinary Festival, panggung budaya ini juga diramaikan oleh deretan pementasan seni tradisi lainnya seperti tarian khas daerah hingga lantunan ca'e.

Setelah sukses merintis rangkaian kegiatan serupa di kawasan Lamlo, Kabupaten Pidie, beberapa waktu lalu, gelaran di Banda Aceh ini diharapkan mampu menegaskan bahwa seni tradisional Aceh tetap relevan, adaptif, dan memiliki tempat terhormat di tengah dinamika zaman kekinian.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....