“Satine”, Kisah Kesepian, Cinta, dan Pertanyaan tentang Takdir
- 29 Agt 2026 08:50 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Kapan terakhir kali Kamu membaca ? Pertanyaan ini bisa tertuju pada sebuah novel Satine, karya Ika Natassa, yang merupakan novel bergenre romansa yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada 2024.
Novel setebal 336 halaman ini mengangkat kehidupan orang dewasa yang dari luar terlihat sempurna, tetapi ternyata menyimpan ruang kosong bernama kesepian. Ika Natassa menjadikan kesepian sebagai tema utama dan menggambarkan bagaimana seseorang yang sibuk mengejar karier tetap dapat merasa sendirian di tengah kehidupan yang serba berkecukupan.
Ide Cerita berpusat pada Satine Muchlis, seorang perempuan karier yang sukses dan mandiri. Di balik pencapaian tersebut, Satine menyadari bahwa kehidupannya tidak sepenuhnya bahagia karena ia merasa kesepian.
Dalam usaha mencari teman dan hubungan yang dapat mengisi kekosongan tersebut, Satine bertemu dengan Ash, seorang lelaki yang juga membutuhkan teman bicara. Pertemuan keduanya bermula dari sebuah kesepakatan dan hubungan yang memiliki aturan seperti kontrak, tetapi seiring berjalannya waktu, kedekatan mereka berkembang menjadi perasaan yang jauh lebih rumit.
Menariknya dalam lanjutan cerita ini, Satine tidak hanya berbicara mengenai kisah cinta, tetapi juga menghadirkan pertanyaan tentang takdir, pilihan, kesepian, dan makna kebahagiaan. Pembaca diajak melihat bahwa kehidupan tidak selalu berjalan sesuai dengan rencana yang telah dibuat.
Hubungan yang awalnya dibangun secara rasional pun dapat menghadirkan perasaan yang sulit dikendalikan. Bahkan, perjalanan Satine dan Ash membuat pembaca merenungkan apakah pertemuan dan perpisahan sepenuhnya berada di tangan takdir atau juga dipengaruhi oleh pilihan manusia.
Singkat cerita, ada beberapa pesan yang dapat diambil dari novel ini. Bahwa benar, kesuksesan tidak selalu berarti seseorang telah menemukan kebahagiaan. Manusia tetap membutuhkan hubungan, komunikasi, dan keberanian untuk memahami dirinya sendiri.
Satine juga mengingatkan bahwa tidak apa-apa mengakui rasa sepi dan membutuhkan orang lain, sebab setiap manusia memiliki sisi rapuh yang tidak selalu terlihat dari luar.
Melalui kisah Satine dan Ash, Ika Natassa seolah mengajak pembaca untuk berhenti sejenak dari kesibukan, mengenali perasaan sendiri, serta memahami bahwa hidup bukan hanya tentang memiliki semuanya, tetapi juga tentang menemukan arti dari apa yang benar-benar membuat kita merasa hidup. Selamat membaca, kawan!
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....