Benarkah Penyesalan Lebih Menyakitkan daripada Penolakan?

  • 29 Jul 2026 12:34 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Pernahkah kamu menahan diri untuk mengatakan sesuatu karena takut ditolak? Atau justru sampai sekarang masih bertanya-tanya, "Bagaimana kalau dulu aku memberanikan diri?" Anehnya, rasa penasaran itu kadang bertahan jauh lebih lama daripada rasa sakit karena mendengar jawaban "tidak."

Pertanyaan seperti ini menjadi salah satu tema yang diangkat dalam film Letters to Juliet. Claire memilih mencari Lorenzo, pria yang ia cintai puluhan tahun lalu. Bukan karena ia yakin akan mendapatkan akhir yang indah, tetapi karena ia tidak ingin menghabiskan sisa hidup dengan terus bertanya-tanya tentang kemungkinan yang tidak pernah ia coba.

Dalam psikologi, kecenderungan membayangkan "bagaimana kalau" dikenal sebagai counterfactual thinking. Menurut American Psychological Association (APA), ini adalah proses mental ketika seseorang membayangkan hasil yang berbeda dari kejadian yang sudah berlalu. Misalnya, "Kalau saja aku menerima pekerjaan itu," atau "Kalau saja aku mengatakan perasaanku waktu itu."

Menariknya, penelitian yang dilakukan psikolog Thomas Gilovich dan Victoria Husted Medvec menunjukkan bahwa seiring berjalannya waktu, manusia cenderung lebih menyesali hal-hal yang tidak pernah dilakukan dibandingkan kegagalan yang pernah dialami. Penolakan memang menyakitkan, tetapi biasanya rasa sakit itu perlahan memudar. Sebaliknya, kesempatan yang tidak pernah dicoba sering kali berubah menjadi pertanyaan yang terus muncul bertahun-tahun kemudian.

Fenomena ini terjadi karena otak manusia tidak menyukai ketidakpastian. Saat kita tidak pernah mengetahui hasil akhirnya, pikiran cenderung terus mengisi kekosongan dengan berbagai kemungkinan. Mungkin hasilnya akan baik, mungkin juga buruk. Karena tidak pernah benar-benar tahu, imajinasi sering kali membuat kemungkinan itu terasa lebih besar daripada kenyataannya.

Bukan berarti semua penyesalan harus dikejar atau semua keputusan lama harus diperbaiki. Ada keadaan yang memang sudah berubah dan tidak bisa diulang. Namun, kisah Claire mengingatkan bahwa terkadang keberanian untuk mencari jawaban memberi kita sesuatu yang sama berharganya dengan keberhasilan, yaitu ketenangan.

Mungkin itulah mengapa banyak orang mengatakan, "Better to know than to wonder." Mengetahui kenyataan memang tidak selalu menyenangkan, tetapi terus hidup dengan pertanyaan yang tak pernah terjawab sering kali terasa jauh lebih melelahkan.

Kalau hari ini ada sesuatu yang masih membuatmu bertanya "bagaimana kalau?", mungkin jawabannya bukan selalu kembali ke masa lalu. Terkadang, pelajaran terbesarnya adalah berani mengambil langkah ketika kesempatan berikutnya datang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....