Doorway Effect: Kenapa Kita Sering Lupa Tujuan saat Masuk Ruangan?

  • 29 Jun 2026 14:59 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Pernah berjalan menuju sebuah ruangan untuk mengambil sesuatu, tetapi begitu sampai di sana tiba-tiba lupa apa yang ingin dilakukan?

Kita berhenti sebentar, melihat sekeliling, lalu bertanya dalam hati, “Tadi aku mau ngapain ya?”

Fenomena kecil ini ternyata memiliki nama: doorway effect. Istilah ini digunakan untuk menjelaskan kondisi ketika seseorang lebih mudah melupakan tujuan atau informasi yang sedang dipikirkan setelah berpindah tempat, terutama ketika melewati pintu.

Namun, sebenarnya bukan pintunya yang membuat kita lupa.

Otak manusia bekerja dengan cara menghubungkan ingatan dengan konteks atau situasi tertentu. Saat berada di satu ruangan, pikiran kita memiliki “latar” tertentu. Misalnya, ketika sedang duduk di kamar lalu terpikir ingin mengambil minuman di dapur, tujuan tersebut tersimpan bersama konteks kamar.

Ketika kita berpindah ruangan, otak menerima banyak informasi baru: tempat berubah, suasana berubah, aktivitas berubah. Perubahan konteks inilah yang terkadang membuat informasi sebelumnya terasa sulit ditemukan kembali.

Fenomena ini pernah diteliti oleh para peneliti psikologi dari University of Notre Dame. Penelitian yang dipublikasikan dalam Quarterly Journal of Experimental Psychology menemukan bahwa melewati batas ruang dapat memengaruhi cara manusia mengingat informasi dalam ingatan jangka pendek.

Sederhananya, otak seperti sedang “mengarsipkan” kejadian lama dan mulai mempersiapkan kejadian baru.

Menariknya, doorway effect tidak hanya terjadi karena pintu. Perubahan situasi juga bisa memicu hal yang sama. Misalnya, membuka aplikasi lain saat bekerja, berpindah dari satu tugas ke tugas lain, atau tiba-tiba terdistraksi oleh notifikasi.

Itulah kenapa kita bisa lupa tujuan awal ketika membuka ponsel. Awalnya ingin membalas pesan, tetapi setelah melihat notifikasi lain, tiba-tiba sudah sibuk membuka media sosial dan lupa apa yang sebenarnya ingin dilakukan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa ingatan manusia tidak bekerja seperti tempat penyimpanan file yang selalu siap dibuka kapan saja. Ingatan sangat dipengaruhi oleh lingkungan, perhatian, dan apa yang sedang terjadi di sekitar kita.

Untuk menguranginya, cara sederhana seperti mengulang tujuan dalam hati sebelum berpindah tempat bisa membantu. Kalimat kecil seperti “ambil charger di meja” atau “cari dokumen di folder” dapat menjadi pengingat agar otak tetap mempertahankan informasi tersebut.

Pada akhirnya, lupa saat masuk ruangan bukan selalu tanda bahwa kita ceroboh. Bisa jadi, itu hanyalah cara otak mengatur begitu banyak informasi yang datang setiap hari. Karena bahkan saat melewati sebuah pintu, otak kita sedang melakukan pekerjaan yang jauh lebih kompleks daripada yang kita sadari.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....