Dark Mode Bikin Mata Lebih Nyaman?

  • 29 Jun 2026 14:56 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Pernah merasa lebih betah menatap layar ketika menggunakan tampilan gelap? Bagi sebagian orang, dark mode terasa lebih nyaman, lebih estetik, bahkan membuat mata terasa tidak cepat lelah saat bermain ponsel di malam hari.

Tidak heran jika fitur ini akhirnya menjadi pilihan hampir di semua perangkat digital, mulai dari aplikasi pesan, media sosial, hingga sistem operasi ponsel dan komputer.

Namun, apakah dark mode benar-benar lebih baik untuk mata?

Jawabannya tidak sesederhana itu.

Dark mode bekerja dengan mengubah tampilan layar menjadi latar gelap dengan teks yang lebih terang. Tujuannya adalah mengurangi jumlah cahaya terang yang masuk ke mata, terutama ketika digunakan dalam kondisi ruangan yang minim cahaya.

Menurut American Academy of Ophthalmology (AAO), rasa tidak nyaman pada mata saat menggunakan perangkat digital lebih sering berkaitan dengan kebiasaan penggunaan layar, seperti durasi menatap layar terlalu lama, jarang berkedip, atau jarak pandang yang terlalu dekat, bukan hanya karena warna tampilan layar.

Artinya, dark mode bisa terasa lebih nyaman bagi sebagian orang, tetapi bukan berarti otomatis membuat mata menjadi lebih sehat atau mencegah kerusakan mata.

Salah satu alasan dark mode terasa membantu adalah karena kontras cahaya yang lebih rendah. Ketika berada di ruangan gelap, layar yang terlalu terang dapat terasa menyilaukan. Menggunakan tampilan gelap dapat membuat layar terasa lebih menyatu dengan lingkungan sekitar sehingga mata tidak terlalu terganggu oleh perbedaan cahaya yang ekstrem.

Namun, dalam kondisi tertentu, tampilan terang justru bisa lebih mudah dibaca. Penelitian tentang keterbacaan layar menunjukkan bahwa teks gelap dengan latar terang (positive polarity) sering memberikan kontras yang lebih jelas, terutama untuk membaca dalam waktu lama atau bagi sebagian orang dengan kondisi penglihatan tertentu.

Selain memilih mode layar, ada kebiasaan lain yang lebih berpengaruh terhadap kenyamanan mata. Salah satunya adalah aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit melihat layar, alihkan pandangan selama 20 detik ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau 6 meter. Kebiasaan sederhana ini membantu mata beristirahat dari fokus jarak dekat secara terus-menerus.

Jadi, apakah harus selalu menggunakan dark mode?

Tidak harus. Dark mode adalah fitur yang bisa membantu kenyamanan, terutama saat malam hari atau berada di tempat dengan pencahayaan rendah. Tetapi kesehatan mata tetap lebih banyak dipengaruhi oleh cara kita menggunakan perangkat: durasi, jarak, pencahayaan ruangan, dan kebiasaan beristirahat.

Pada akhirnya, dark mode bukan sekadar tren desain. Ia adalah contoh bagaimana teknologi mencoba menyesuaikan diri dengan kebiasaan manusia.

Karena terkadang, kenyamanan saat menggunakan teknologi bukan hanya tentang fitur yang paling canggih, tetapi tentang bagaimana fitur tersebut cocok dengan kebutuhan kita.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....