Pernah Merasa Tidak Pantas Dipuji? Bisa Jadi Itu Imposter Syndrome

  • 21 Jun 2026 11:39 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lholseumawe - Pernahkah kamu mendapatkan pujian atas hasil kerja atau pencapaian, tetapi justru merasa itu hanya kebetulan? Alih-alih bangga, kamu malah berpikir bahwa orang lain terlalu melebih-lebihkan kemampuanmu. Perasaan seperti ini bisa menjadi salah satu tanda imposter syndrome, yaitu kondisi ketika seseorang meragukan kemampuan dirinya sendiri meskipun memiliki bukti nyata atas keberhasilannya.

Orang yang mengalami imposter syndrome sering kali merasa tidak layak atas kesuksesan yang diraih. Mereka cenderung menganggap pencapaiannya berasal dari keberuntungan, bantuan orang lain, atau situasi tertentu, bukan karena usaha dan kompetensi yang dimiliki. Akibatnya, muncul rasa takut suatu saat "kedok" mereka akan terbongkar dan orang lain akan menyadari bahwa mereka dianggap tidak sepandai yang terlihat.

Jika dibiarkan, imposter syndrome dapat memengaruhi kesehatan mental, menurunkan rasa percaya diri, hingga membuat seseorang enggan mencoba tantangan baru. Padahal, setiap orang memiliki proses belajar, pernah melakukan kesalahan, dan terus berkembang. Tidak ada individu yang harus selalu sempurna untuk dianggap berhasil.

Mulailah belajar menerima apresiasi sebagai bentuk pengakuan atas kerja keras yang telah dilakukan. Alihkan fokus dari kekurangan menuju perkembangan yang sudah dicapai. Ingatlah bahwa keberhasilan bukan sekadar hasil dari keberuntungan, melainkan buah dari usaha, konsistensi, dan kemauan untuk terus belajar. Menerima pujian bukan berarti merasa paling hebat, tetapi menghargai perjalanan yang telah ditempuh.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....