Tren Journaling: Hobi atau Terapi?

  • 30 Mei 2026 05:05 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Beberapa tahun terakhir, journaling berubah dari sekadar kebiasaan menulis menjadi bagian dari gaya hidup. Di media sosial, kita sering melihat halaman jurnal yang penuh warna, stiker, to-do list, hingga tulisan tangan yang rapi dan estetik. Tidak sedikit yang mulai tertarik mencoba, entah karena ingin lebih produktif, lebih teratur, atau sekadar mengikuti tren yang sedang ramai.

Namun di balik tampilannya yang menarik, journaling sebenarnya bukan hal baru. Menurut American Psychological Association, menulis tentang pikiran dan perasaan dapat membantu seseorang mengelola stres, memahami emosi, dan meningkatkan kesejahteraan mental. Karena itu, banyak ahli melihat journaling bukan hanya sebagai aktivitas kreatif, tetapi juga sebagai alat refleksi diri.

Meski begitu, journaling tidak selalu harus berisi curahan hati yang mendalam. Ada yang menggunakannya untuk mencatat target harian, ada yang membuat gratitude journal, dan ada juga yang sekadar menuliskan hal-hal kecil yang terjadi sepanjang hari. Justru tidak ada aturan baku tentang bagaimana sebuah jurnal harus dibuat. Yang penting bukan seberapa estetik hasilnya, tetapi apakah aktivitas itu membantu seseorang memahami dirinya sendiri.

Di sisi lain, media sosial juga ikut membentuk cara orang memandang journaling. Konten-konten bertema journal with me atau daily planning membuat aktivitas ini terlihat menyenangkan dan mudah dilakukan. Namun kadang muncul kesan bahwa jurnal harus rapi, penuh dekorasi, atau memiliki tata letak tertentu agar dianggap "bagus". Padahal, jurnal yang berantakan sekalipun tetap menjalankan fungsi yang sama: menjadi tempat untuk menuangkan pikiran.

Menurut Cleveland Clinic, salah satu manfaat terbesar journaling adalah membantu seseorang mengenali pola pikir dan emosi yang mungkin tidak disadari sebelumnya. Dengan kata lain, jurnal bukan hanya tempat menyimpan cerita, tetapi juga cara untuk melihat kembali apa yang sedang terjadi dalam hidup kita.

Lalu, apakah journaling itu hobi atau terapi? Mungkin jawabannya bisa berbeda untuk setiap orang. Bagi sebagian orang, journaling adalah kegiatan kreatif yang menyenangkan. Bagi yang lain, itu menjadi ruang aman untuk memproses pikiran dan emosi setelah hari yang panjang. Dan bagi banyak orang, mungkin journaling adalah sedikit dari keduanya.

Pada akhirnya, nilai sebuah jurnal tidak terletak pada sampulnya, warna pen yang digunakan, atau seberapa estetik tampilannya. Nilainya ada pada halaman-halaman yang membantu kita berhenti sejenak, mendengarkan diri sendiri, dan memahami apa yang sebenarnya sedang kita rasakan.

Kalau kamu punya satu buku kosong hari ini, kira-kira halaman pertamanya akan kamu isi dengan rencana, cerita, atau isi kepala yang selama ini belum sempat dituliskan?

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....