Puasa Amalan Sunnah Penuh Pahala jelang Idul Adha
- 25 Mei 2026 20:02 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhoksumawe - Puasa Tarwiyah merupakan salahbsatu ibadah yang dilaksanakan di Dzulhijjah, sehari sebelum puasa Arafah. Dalam tradisi Islam, puasa ini menjadi bagian dari amalan utama pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah yang dikenal penuh keberkahan. Banyak umat Muslim menjalankannya sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT sekaligus persiapan spiritual menyambut Hari Raya Idul Adha.
Sejumlah kajian ulama menyebutkan, keutamaan puasa Tarwiyah berkaitan dengan pahala besar dan penghapusan dosa. Dalam sebuah hadits yang banyak dikutip dijelaskan, “Puasa hari Tarwiyah dapat menghapus dosa setahun, dan puasa Arafah menghapus dosa dua tahun.” Namun sebagian ahli hadits menilai riwayat tersebut berderajat dhaif atau lemah. Meski demikian, hadits itu tetap digunakan dalam pembahasan fadha’ilul a’mal atau keutamaan amal ibadah.
Kajian yang dimuat NU Online menjelaskan, para ulama Mazhab Syafi’i tetap menganjurkan puasa Tarwiyah karena termasuk amalan saleh pada awal Dzulhijjah. Dasarnya adalah hadits shahih riwayat Ibnu Abbas RA yang menyebut tidak ada hari-hari yang amal salehnya lebih dicintai Allah selain sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Karena itu, puasa Tarwiyah dipandang sebagai ibadah sunnah yang memiliki nilai pahala besar walaupun tidak memiliki hadits shahih khusus tentang keutamaannya.
Selain menambah pahala, puasa Tarwiyah juga menjadi sarana melatih keikhlasan, kesabaran, dan pengendalian diri menjelang Idul Adha. Banyak ulama menyarankan umat Islam untuk memperbanyak ibadah pada hari-hari tersebut, seperti berpuasa, berdzikir, membaca Al-Qur’an, dan bersedekah. Dengan niat yang tulus, puasa Tarwiyah diharapkan dapat menjadi momentum memperkuat keimanan sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....