Mengenal Fenomena ‘Deja Vu’: Pernah Ngerasa?
- 14 Apr 2026 06:43 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID Lhokseumawe — Pernah merasa seperti sudah pernah mengalami suatu kejadian, padahal itu baru pertama kali terjadi? Fenomena ini dikenal dengan istilah déjà vu, yang berasal dari bahasa Prancis dan berarti “sudah pernah melihat”. Kondisi ini cukup sering dialami, terutama oleh kalangan anak muda, dan kerap menimbulkan rasa penasaran hingga merinding.
Fenomena déjà vu dijelaskan dalam kajian neurosains sebagai bagian dari cara kerja otak dalam memproses memori. Sejumlah ahli menyebutkan, déjà vu bisa terjadi karena adanya keterlambatan kecil dalam pengiriman informasi di otak, sehingga otak seperti menerima momen yang sama dua kali. Hal inilah yang memunculkan sensasi seolah-olah kejadian tersebut pernah dialami sebelumnya.
Salah satu mahasiswa di Lhokseumawe, Rafiqi (21), mengaku pernah mengalami déjà vu saat sedang berdiskusi di kampus. “Lagi ngobrol sama teman, tiba-tiba saya merasa kayak pernah ada di posisi itu, bahkan percakapannya terasa familiar banget. Padahal saya yakin itu pertama kali terjadi,” ujarnya. Pengalaman tersebut membuatnya sempat terdiam beberapa detik karena merasa aneh.
Hal serupa juga dialami oleh Lutfi (20), mahasiswa lainnya, yang merasakan déjà vu saat sedang bepergian ke tempat baru. “Waktu itu saya ke tempat yang belum pernah saya kunjungi, tapi rasanya kayak sudah tahu suasananya. Bahkan saya bisa nebak apa yang ada di depan,” katanya. Ia mengaku pengalaman itu terasa unik, meski sedikit membingungkan.
Para ahli menjelaskan bahwa déjà vu lebih sering terjadi pada individu yang aktif secara mental, seperti pelajar dan mahasiswa. Aktivitas otak yang tinggi dalam menyimpan dan mengolah informasi membuat otak lebih mudah mengaitkan pengalaman baru dengan memori yang sudah ada, meskipun sebenarnya tidak sama persis.
Meski sering dikaitkan dengan hal mistis, déjà vu pada umumnya merupakan fenomena normal dan tidak berbahaya. Namun, jika terjadi terlalu sering dan disertai gejala lain seperti pusing atau kehilangan kesadaran, masyarakat disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis guna memastikan tidak ada gangguan pada sistem saraf.
Dengan demikian, déjà vu dapat dipahami sebagai bagian dari kompleksitas cara kerja otak manusia. Bagi anak muda, pengalaman ini bisa menjadi hal menarik sekaligus mengingatkan bahwa otak memiliki mekanisme unik dalam memproses setiap momen yang dialami.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....