Ini Alasan Tubuh Mendadak Butuh Asupan Makanan Manis

  • 17 Nov 2025 07:16 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN, Lhokseumawe : Keinginan mendadak untuk menyantap makanan manis sering kali muncul tanpa diduga. Fenomena ini bukan sekadar soal selera, tetapi dapat terkait dengan kondisi tubuh maupun faktor psikologis. Dilansir dari panduan gizi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyoroti pentingnya keseimbangan asupan gula, dorongan kuat mengonsumsi makanan manis dapat menjadi sinyal bahwa tubuh sedang mengalami ketidakseimbangan energi atau stres.

Salah satu alasan paling umum adalah turunnya kadar gula darah. Ketika seseorang terlambat makan atau melewatkan waktu makan, tubuh akan mengirim sinyal untuk mencari sumber energi cepat dan makanan manis adalah pilihan tercepat. Menurut keterangan Kementerian Kesehatan RI, fluktuasi gula darah yang tidak stabil dapat memicu craving mendadak yang sulit dikendalikan.

Faktor lain adalah stres dan kelelahan emosional. Saat tubuh mengalami tekanan, hormon kortisol meningkat dan mendorong keinginan terhadap makanan tinggi gula sebagai mekanisme “self-soothing”. Dalam banyak laporan psikologi nutrisi, dijelaskan bahwa makanan manis dapat merangsang produksi dopamin, hormon yang menciptakan rasa nyaman sementara.

Kurangnya tidur juga menjadi pemicu. Penelitian umum di bidang kesehatan menunjukkan bahwa tidur yang tidak cukup menurunkan hormon leptin (penekan nafsu makan) dan meningkatkan hormon ghrelin (pemicu rasa lapar). Akibatnya, tubuh lebih mudah menginginkan makanan tinggi gula di hari berikutnya.

Meski craving ini wajar, tetap disarankan untuk menjaga pola makan seimbang. Mengonsumsi buah sebagai pengganti gula tambahan, memperbaiki jadwal tidur, dan mengelola stres dapat membantu mengurangi keinginan tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....