Jelang Ramadhan, Haji Uma Rilis Lagu Terbaru

  • 22 Mar 2023 09:34 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN, Lhokseumawe : Anggota DPD RI asal Aceh H. Sudirman sapaan Haji Uma yang dikenal dengan latar belakang sebagai seorang seniman, Kepiawaiannya di bidang seni tarik suara, akan merilis lagu diciptaan terbarunya berjudul "Gaya Hudep" yang akan dirilis pada awal bulan suci Ramadhan ini dan dapat tonton melalui akun Chanel YouTube resminya yakni Haji Uma Center, @hajiumacenter2265.

Beberapa tahun terakhir, Haji Uma telah meluncurkan beberapa hasil Karyanya antara lain lagu berjudul Zakeut, Hudep Lam Donya, Syetan Daya, Syae Leuk Bangguna, Bungong Mawoe dan Sijudo Padra, Mayoritas lagu dari hasil karya Haji Uma mengusung lirik tentang dinamika sosial dan petuah hidup yang dapat menjadi refleksi dan pencerahan bagi siapapun yang mendengarnya.

Sementara lagu terbaru itu, musiknya dikerjakan Bilal Akbar serta Bang Rohid dan M. Furqan sebagai model video klip ini bercerita tentang perubahan karakter dan budaya yang salah kaprah yang terjadi ditengah masyarakat secara kekinian, sedangkan produksi Soting Visiual dan Editing yang kerjakan oleh Alfa khalil ikram dan Yasir serta di bantu beberapa cameraman Muda lainnya

H. Sudirman sapaan Haji Uma memberi penjelasan bahwa banyak orang dalam kehidupan sosialnya saling berlomba untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup, padahal pemenuhan kebutuhan itu bukanlah yang utama. Namun, gaya hidup cenderung menjadi lebih penting dari pada kebutuhan lain yang mendasar. Sebagian orang bahkan rela saling berlomba untuk itu.

"Akibatnya, kebutuhan riil dan mendasar dalam kehidupan malah jadi terabaikan. Banyak orang lupa diri, lupa waktu dan usia bahkan lupa akan keluarga demi mengejar sensasi "Gaya Hudep" hanya untuk kepuasan nafsu dan pengakuan sosial semata."kata Haji Uma, Selasa (21/3/2013).

Lebih lanjut Haji Uma menjelaskan bahwa pada hakekatnya, gaya hidup bukanlah yang terpenting. Namun ketika gaya hidup jadi ukuran harga diri secara sosial, maka orang menjadi berlomba untuk itu semua. Secara kultural dan mengacu pada nilai syariah yang menjadi pedoman. Tentu hal ini merupakan suatu sikap yang keliru dan salah arah. Karena gaya hidup bukanlah barometer dari kesejahteraan sosial seseorang.

"Pergeseran nilai dan norma serta sudut pandang sosial ditengah masyarakat akhirnya melahirkan sebuah fenomena dimana tontonan menjadi tuntunan, sementara tuntunan malah menjadi sebuah tontonan, sehingga kita patut segera menyadari akan perilaku dan perspektif keliru tersebut dengan kembali kepada tatanan syariah, adat dan budaya sebagai tuntunan dari perilaku kehidupan sosial kita di dunia dan modal untuk kembali pada Ilahi Rabbi kala waktunya tiba,"terang Haji Uma yang baru dinobatkan sebagai sosok inspiratif bagi pejuang sosial.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....