UKM-KSM Unimal Sukses Gelar Creation 2.0 Nasional Internasional
- 01 Okt 2025 16:12 WIB
- Lhokseumawe
KBRN, Lhokseumawe : UKM-KSM Creative Minority Universitas Malikussaleh sukses menyelenggarakan CREATION 2.0: Creative Research National & International Competition pada 25–27 September 2025 dengan mengusung tema “Generation Z Creativity in Science and Technology-based Environmental Optimization to Realize Sustainable Development Goals (SDGs) Towards a Golden Indonesia 2045.” Kegiatan yang diikuti oleh 25 universitas dari dalam dan luar negeri ini menghadirkan tujuh cabang perlombaan, yaitu Essay Internasional, News Anchor Internasional, Essay Nasional, Debat, Policy Brief, Business Plan, dan Poster, serta rangkaian seminar nasional dan field trip sebagai penguatan jejaring antar peserta.
Hari pertama kegiatan berlangsung di Aula Cut Meutia dengan agenda opening ceremony yang dibuka langsung oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Ir. Azhari, M.Sc., ASEAN.Eng. Acara tersebut turut dihadiri oleh Pembina UKM-KSM Creative Minority, Dr. Hadi Iskandar, S.H., M.H., para juri dari kalangan dosen, finalis dari berbagai universitas, Presiden Mahasiswa Universitas Malikussaleh Muhammad Ilal Sinaga, serta sejumlah tamu undangan. Setelah pembukaan, perlombaan digelar di Aula Cut Meutia dan Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa Kampus Bukit Indah. Pada kesempatan itu, Wakil Rektor I menyampaikan bahwa kreativitas mahasiswa sangat penting untuk diasah sesuai amanat kurikulum, sekaligus menegaskan bahwa inovasi mahasiswa diharapkan mampu menjawab tantangan nyata di masyarakat.
“Kegiatan kreativitas seperti ini sangat penting karena dapat mengasah kompetensi mahasiswa sesuai amanat kurikulum. Teruslah berkarya dan berinovasi, karena harapannya kalianlah yang akan membantu menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat,” ujar Dr. Ir. Azhari, M.Sc., ASEAN.Eng.
Ketua Panitia Syahrinsyah dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta dan mengajak mereka untuk mengambil nilai-nilai positif dari kegiatan ini sebagai wujud dukungan terhadap peningkatan Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi. “Selamat datang di Universitas Malikussaleh. Silakan ambil hal-hal baik dari sini dan tinggalkan yang buruk. Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan untuk meningkatkan IKU Perguruan Tinggi, khususnya di Universitas Malikussaleh,” ujarnya.
Ketua umum, Desy Fatmasary, juga turut memberikan apresiasinya. Ia menyampaikan bahwa CREATION 2.0 merupakan kelanjutan dari CREATION 1.0 dengan adanya peningkatan signifikan, salah satunya penyelenggaraan seminar nasional serta antusiasme peserta internasional yang semakin besar. “Alhamdulillah, pada CREATION 2.0 ini kita melihat perkembangan positif, baik melalui hadirnya seminar nasional maupun partisipasi dari peserta internasional. Semoga ke depannya Creative Minority dapat terus bersinergi secara nasional maupun internasional,” ungkapnya.
Hari kedua dilaksanakan di Auditorium Teknik dengan agenda seminar nasional bertema “Masa Depan Pasokan Energi Migas di Aceh Tahun 2045: Peluang, Tantangan, dan Prospek Kerja” menghadirkan pembicara dari Pertamina Hulu Energi NSO Lhokseumawe, Dicky Riski, S.Tr.T., M.T., bersama Dr. Ir. Azhari, M.Sc., ASEAN.Eng. Seminar ini dilanjutkan dengan closing ceremony yang dipimpin oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Alfian, S.HI., M.A. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya setiap kegiatan menghasilkan output berupa karya, pengabdian lapangan, serta dampak nyata bagi masyarakat maupun universitas. Penutupan juga diramaikan dengan pengumuman pemenang dari tiap cabang lomba, pertunjukan, serta sesi foto bersama.
Rangkaian acara ditutup dengan field trip ke Takengon pada hari ketiga, di mana para finalis diajak menikmati keindahan alam Aceh melalui kunjungan ke Arung Jeram Lukup Badak dan Teluk Mendale. Selain menjadi kegiatan rekreatif, agenda ini juga mempererat persaudaraan antar mahasiswa dari berbagai universitas.
Melalui kegiatan ini, Universitas Malikussaleh berharap CREATION 2.0 tidak hanya menjadi wadah kompetisi akademik semata, melainkan juga ruang kolaborasi, inovasi, dan pengabdian yang berkelanjutan. Harapannya, program ini dapat terus berjalan setiap tahun dengan menghasilkan karya nyata dan solusi kreatif yang memberikan manfaat tidak hanya bagi civitas akademika, tetapi juga bagi masyarakat luas, demi tercapainya cita-cita Indonesia Emas 2045.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....