Rahasia 3 Tongkat Komando Bung Karno

  • 12 Mei 2024 22:25 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN,Lhokseumawe : Ir Soekarno Presiden pertama Republik Indonesia, selalu menarik perhatian termasuk penampilannya selain pakaiannya Sang Proklamator juga memiliki penampilan khas dengan mengapit tongkat komando.

Ada dua versi yang menyebutkan kayu bahan tongkat itu, Versi pertama menyebutkan, terbuat dari kayu pucangkala, yang memiliki kesaktian secara alami dan memiliki energi karismatik yang tinggi, dengan Tongkat ini membuat Soekarno lebih berkarisma dan juga berwibawa.

Penulis buku "Soekarno, Serpihan Sejarah yang Tercecer" Roso Daras, menuliskan, tongkat ini mulai dipakai Bung Karno sejak 1952, tepatnya setelah peristiwa demonstrasi 17 Oktober 1952.

Bung Karno memiliki tiga Tongkat Komando yang bentuknya sama, Satu tongkat yang ia bawa saat keluar negeri, satu tongkat untuk berhadapan dengan para Jenderalnya, dan satu tongkat lagi yang selalu ia bawa saat berpidato, namun, jika harus pergi dalam keadaan mendadak dan terburu-buru, yang sering ia bawa adalah tongkat yang dibawa saat berpidato.

Versi Roso menjelaskan, kayu yang dibuat sebagai tongkat bukan sembarang kayu, melainkan kayu pucang kalak, pucang adalah jenis kayu, sedangkan Kalak adalah nama tempat pegunungan di selatan Ponorogo, atau utara Pacitan.

Di pegunungan Kalak terdapat tempat persemayaman keramat, di atas persemayaman itulah tumbuh pohon pucang, ada begitu banyak jenis kayu pucang dan dipercaya pucang kalak memiliki ciri khas.

Salah satu cara untuk mengetes keaslian kayu pucang kalak, dengan pegang tongkat di atas permukaan air,

"Jika bayangan di dalam air menyerupai seekor ular yang sedang berenang, maka berarti kayu pucang kalak itu asli, Tetapi jika yang tampak dalam bayangan air adalah bentuk kayu, itu artinya bukan pucang kalak melainkan Pucang biasa," rilis Roso.

Suatu malam Bung Karno didatangi orang dengan membawa balok kayu pohon Pucang Kalak yang ia potong dengan tangannya, balok itu diserahkan kepada Bung Karno "Untuk menghadapi para Jenderal..!! "kata orang itu.

Lalu Bung Karno menyuruh salah seorang seniman Yogyakarta agar membuat kayu itu menjadi Tongkat Komando, Pada penulis biografinya Bung Karno, ‘Penyambung Lidah Rakyat Indonesia’, Cindy Adams, Bung Karno berkata bahwa tongkat komandonya itu tidak memiliki daya sakti atau daya linuwih.

"Itu hanya kayu biasa yang aku gunakan sebagai bagian dari penampilanku sebagai pemimpin dari sebuah negara besar,” kata Bung Karno kepada Cindy Adams saat itu di Istana Bogor.



Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....