Jantung Bocor Sang Putra Aceh Utara dan Kehangatan Tangan Haji Uma di Perantauan
- 22 Sep 2026 16:12 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe — Di sudut ruang tunggu Rumah Sakit Jantung Jakarta, sepasang suami istri tampak bergeming menatap pintu tertutup rapat. Di balik pintu High Care Unit (HCU) itu, Muhammad Faiz (14), remaja asal Gampong Buket Dara Baro, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, tengah berjuang melawan penyakit jantung bocor yang menggerogoti fisiknya.
Langkah kaki H. Sudirman atau yang akrab disapa Haji Uma memecah keheningan suasana rumah sakit pada Minggu (20/9/2026). Anggota DPD RI asal Aceh tersebut sengaja meluangkan waktu untuk menjenguk Faiz, putra dari pasangan Jolkifli Araman dan Yusniwati, yang harus dirujuk jauh hingga ke ibu kota demi menyambung asa kesembuhan.
Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) rumah sakit, Haji Uma tak diperkenankan masuk ke ruang perawatan intensif. Namun, jarak yang memisahkan kaca ruangan tak menyurutkan niatnya untuk memastikan kondisi Faiz yang sedang berjuang di rumah sakit tersebut. Namun seuntai doa terus dilangitkan agar Faiz segera pulih dan bisa kembali berlari menikmati masa mudanya di tanah Aceh.
"Kita datang untuk menjenguk ananda Faiz. Namun, karena masih dirawat di ruang HCU, kita belum bisa bertemu langsung. Tentu kita menghormati dan mengikuti ketentuan rumah sakit," ujar Haji Uma dengan nada empati.
Perjuangan Faiz dan keluarganya tidaklah singkat. Berdasarkan berkas rujukan, remaja ini sebelumnya sempat menjalani pemeriksaan di RS Murni Teguh Medan dan didiagnosis menderita Large Malalignment Ventricular Septal Defect (VSD). Kondisi ini memaksa ia harus dirujuk ke Jakarta untuk penanganan medis yang lebih komprehensif.
Berada ribuan kilometer dari kampung halaman tentu bukan perkara mudah bagi Jolkifli dan Yusniwati. Selain menguras energi dan pikiran untuk kesembuhan sang buah hati, bayang-bayang biaya hidup sehari-hari di perantauan menjadi beban tersendiri yang kian menghimpit.
Memahami beratnya beban mental dan finansial tersebut, Haji Uma mengambil langkah nyata dengan menanggung seluruh biaya makan bagi pendamping pasien selama menjalani pengobatan di Jakarta. Bantuan itu diserahkan langsung kepada keluarga di lokasi.
“Untuk biaya makan pendamping selama di Jakarta, kita tanggung. Mudah-mudahan bantuan ini dapat mengurangi beban keluarga sehingga mereka bisa lebih fokus mendampingi ananda Faiz,” tutur Haji Uma.
Bagi Haji Uma, memberi perhatian pada pasien tak cukup hanya pada tindakan medis, tetapi juga pada ekosistem pendukungnya, yakni keluarga yang setia mendampingi. Berada jauh dari tanah kelahiran membutuhkan ketahanan mental dan dukungan nyata.
“Keluarga tentu sedang mencurahkan seluruh perhatian untuk kesembuhan anaknya. Kita ingin ikut meringankan kebutuhan sehari-hari mereka selama di sini. Semoga kehadiran dan bantuan ini bisa memberikan semangat,” tambahnya.
Mata Yusniwati tampak berkaca-kaca saat menerima uluran tangan dan sapaan hangat dari tokoh masyarakat Aceh tersebut. Beban berat di pundaknya terasa sedikit terangkat berkat kepedulian yang hadir di tengah perjuangan mereka di perantauan.
“Terima kasih kami ucapkan kepada Tgk Haji atas kunjungan dan perhatian kepada keluarga kami. Semoga kebaikan Tgk Haji dibalas oleh Allah SWT,” ungkap Yusniwati haru.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....