Napak Tilas Situs Seni Pahat Dazu Chongqing
- 26 Jun 2026 07:39 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Chongqing - Jurnalis asal Sumatra mengunjungi Situs Ukiran Batu Dazu pada Rabu, 24 Juni 2026. Situs warisan dunia ini menyimpan mahakarya seni pahat kuno yang dirawat dengan sangat sempurna.
Kawasan ini menjadi oasis kedamaian di balik gemerlap lampu gedung pencakar langit Kota Chongqing. Bukti nyata seni pahat abad ke-9 ini masih dipertahankan dengan baik hingga hari ini.
Perjalanan menyusuri tebing batu ini menjadi sebuah pengalaman unik bagi para jurnalis. Kunjungan ini bukan sekadar peliputan biasa melainkan sebuah proses healing pikiran di tengah hiruk pikuk dunia.
Kawasan Baodingshan menyambut rombongan media dengan atmosfer gerimis tipis menenangkan pada pagi hari itu. Udara terasa sejuk serta diselimuti kabut tipis di antara pepohonan hijau lebat. Tempat ini seakan tersembunyi jauh dari hiruk-pikuk suara klakson kendaraan megapolitan kota tersebut.
Langkah kaki membawa kami menyusuri jalanan setapak yang membelah tebing melengkung indah. Mata kami dimanjakan oleh detail seni ukir batu yang sangat halus pengerjaan ukirannya.
Sebanyak 50 ribu patung berdiri kokoh di sepanjang dinding tebing kawasan wisata sejarah tersebut. Patung itu menampilkan ekspresi hidup serta ornamen mahkota yang diukir dengan sangatlah rumit.
Hal paling mengagumkan adalah bagaimana pemerintah setempat merawat kesenian kuno ini dengan sangat baik. Warna alami dari pigmen kuno pada patung ikonik masih cerah kilaunya hingga saat ini.

Berjalan kaki di antara relief raksasa ini memberikan sensasi rileks yang sangat mendalam. Kami selalu disuguhkan sudut pandang baru yang menakjubkan setiap kali menyusuri anak tangga tebing.
Suara tetesan air jatuh dari sela batu menemani perjalanan jurnalistik yang sangat menenangkan ini. Hembusan angin sejuk yang lembab juga membuat pikiran terasa menjadi lebih segar dan damai.
Kami melihat langsung patung Buddha Sakyamuni raksasa di tengah kepungan kabut dan gerimis tipis. Penampakan patung yang sedang memasuki masa nirwana tersebut sukses menciptakan decak kagum pada pengukirnya.
Keindahan seni di tempat ini tidak hanya sekadar dinikmati secara visual oleh para pengunjung. Ketenangan alam sekitar membuat energi positif dari karya seni itu dapat dirasakan secara langsung.
Kunjungan ini memberikan pelajaran berharga mengenai arti penting merawat sebuah warisan budaya masa lalu. Warisan bersejarah tidak akan bermakna bagi generasi modern jika tidak dirawat dengan penuh dedikasi.
Kawasan ini bukan sekadar objek wisata melainkan ruang pameran seni terbuka yang dijaga abadi. Berjalan menyusuri tangga berkabut di kawasan ini menjadi perjalanan yang wajib ditempuh seumur hidup sekali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....