Mengamati Denyut Sibuk Penumpang Bandara Internasional Changi Singapura

  • 22 Jun 2026 00:09 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Singapura - Suara koper bergesekan dengan karpet lantai menggema di seluruh penjuru ruang tunggu keberangkatan. Ribuan wajah lelah melangkah cepat menyusuri lorong panjang Terminal 1 Bandara Changi Singapura.

Kami tiba di terminal ini pada Minggu, 21 Juni 2026 pukul 19.30 waktu setempat. Saya bersama rombongan jurnalis asal Sumatra harus segera bergegas menuju Terminal 3.

Perjalanan panjang ini merupakan undangan resmi dari Konsulat Jenderal Tiongkok untuk peliputan khusus. Kami akan memotret kemajuan ekonomi, bisnis dan bagaimana potret kehidupan sosial masyarakat muslim di sana.

Di sudut ruang tunggu Terminal 3, dinamika penerbangan internasional terlihat sangat jelas. Banyak turis dari berbagai negara tampak resah karena mengalami keterlambatan jadwal terbang.

Beberapa penumpang bahkan berlarian panik karena nyaris tertinggal pesawat menuju negara tujuan. Tidak sedikit pula yang harus rela menjadwal ulang penerbangan akibat kendala teknis.

Bandara Changi memang terkenal sebagai salah satu titik transit tersibuk di dunia. Jutaan penumpang internasional melintasi bandara megah ini setiap tahunnya untuk berganti pesawat.

Kami sendiri harus menunggu sekitar lima jam sebelum melanjutkan perjalanan udara ini. Waktu jeda tersebut kami manfaatkan untuk mengamati beragam aktivitas sibuk warga dunia.

Tepat pukul 00.15 pada Senin dini hari, panggilan keberangkatan kami akhirnya bergema. Pesawat bersiap membawa kami menembus awan menuju daratan Tiongkok untuk tugas jurnalistik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....