Adat Perkawinan Aceh Terancam Punah Ditelan Arus Westernisasi

  • 19 Nov 2025 16:37 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN, Lhokseumawe: Seni bertutur dan komunikasi sosial dalam prosesi adat perkawinan Aceh, seperti Jak Melake (melamar) dan Baranup (bertandang/mempererat ikatan) yang sarat akan Semapa (dialog syair/pantun), kini berada di ambang kepunahan. Tradisi luhur yang telah diwariskan secara turun-temurun ini tergerus oleh perkembangan zaman dan minimnya minat dari generasi muda.

Muhammad Hatta, Kepala Bidang Adat Istiadat Majelis Adat Aceh (MAA) Aceh Utara, mengungkapkan kekhawatirannya dalam siaran RRI Lhokseumawe. Beliau menekankan bahwa jika warisan adat istiadat ini tidak segera dilestarikan dan dijaga, maka hal-hal yang nyata (kenyataan) saat ini akan menjadi sekadar khayalan di masa depan bagi anak-anak muda, khususnya generasi Z dan Gen Alfa yang hidup di layar gawai.

Semapa dan Najam yang memuat nilai-nilai agama, budaya, dan sosial seperti musyawarah, kesopanan, dan kesucian niat kian sulit ditemukan pada prosesi pernikahan modern. Menurut Hatta, tidak semua pihak di Aceh saat ini mampu melaksanakan tatanan adat istiadat dari proses "Cah Rauh" hingga serah terima Linto dengan proses syair dan nazam yang benar.

Kondisi ini mendesak semua pihak, mulai dari pemerintah hingga tokoh masyarakat, untuk segera mengambil langkah nyata agar kekayaan seni bertutur ini tidak hilang. Jika tidak, keindahan syair yang pernah menjadi bagian sakral pernikahan Aceh hanya akan tersisa sebagai catatan sejarah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....