Mutia Sari, 12 Tahun Mengabdi Demi Kemanusiaan

  • 25 Okt 2025 20:44 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN, Lhokseumawe: Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, sosok Mutia Sari, ST, MSM menjadi contoh nyata bahwa kepedulian tak memerlukan jabatan atau fasilitas negara.

Penyerahan Muhamad Ikram yatim piatu asal TPI Pusong ke Joel bungalow.

Selama 12 tahun, perempuan tangguh asal Lhokseumawe ini setia mengantarkan pasien rujukan ke Banda Aceh dan Medan, juga anak-anak yatim piatu menuju masa depan yang lebih baik.

Bukan dengan mobil dinas, melainkan kendaraan pribadinya lengkap dengan bensin dan biaya operasional dari kantong sendiri. “Mungkin ini memang rezeki orang lain yang Allah titipkan lewat saya,” ujarnya tulus.

Penyerahan Aira asal TPI Pusong ke Panti Aneuk Nanggroe Dinsos Aceh di Banda Aceh.

Mutia tak hanya menyetir mobil di bawah hujan malam untuk pasien yang lemah, tapi juga menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa wakaf Al-Qur’an, sembako, pakaian, dan nasi kotak. Mobil tuanya kini mulai tak layak pakai pintu macet dan AC berbunyi keras , namun semangatnya tak pernah padam.

Ia telah mengajukan proposal ke berbagai lembaga, berharap bisa memiliki ambulance mini agar pasien bisa beristirahat lebih nyaman di perjalanan. “Saya bukan mengeluh, hanya ingin kegiatan ini terus berjalan, bahkan ketika saya tak lagi sanggup menyetir,” katanya lembut.

Tanggal 24 Oktober 2025, Mutia kembali membuktikan dedikasinya. Ia mengantar Safira, siswi yatim kelas 2 SMP ke Panti Aneuk Nanggroe Banda Aceh, lalu Muhammad Ikram ke Joel Bungalow untuk bekerja sambil sekolah.

Dalam perjalanan pulang, Mutia menjemput pasien anak dengan diagnosa bocor jantung untuk dibawa pulang ke Lhokseumawe.

Semua dilakukan dengan senyum dan doa agar misi kemanusiaannya tak berhenti di tengah jalan. “Harapan saya cuma satu, semoga kegiatan ini terus berjalan,” ucap Mutia penuh haru.

Rekomendasi Berita