Pengalaman Azwar Anas Duta Guru CBP Rupiah 2025

  • 20 Jul 2025 20:28 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN, Lhokseumawe: Sebuah pengalaman berkesan datang dari Azwar Anas, S.Pd., Gr., guru inspiratif dari SMP Swasta Sukma Bangsa Lhokseumawe, yang sukses meraih juara dua dalam ajang bergengsi Duta Guru Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah 2025. Kegiatan ini mencapai puncaknya pada Sabtu, 19 Juli 2025, di Takengon, Aceh Tengah, dan menjadi momen bersejarah bagi para pendidik terpilih yang sebelumnya telah melalui rangkaian seleksi ketat sejak tingkat kota.

Perjalanan Azwar dimulai sejak Mei lalu, saat pendaftaran dibuka. Para peserta diminta mengemukakan pandangannya tentang CBP Rupiah dan menyosialisasikannya kepada siswa dalam bentuk edukasi yang didokumentasikan melalui video. Azwar menggarap proses ini dengan penuh dedikasi. Dalam wawancaranya, ia menyampaikan, “Pengalaman mengikuti Duta Guru CBP Rupiah sangat mengesankan, dimana diawali dengan proses pendaftaran pada Mei lalu dan kemudian peserta diminta memberikan perspektifnya tentang CBP Rupiah. Tidak hanya itu, peserta juga diminta untuk mensosialisasikan CBP Rupiah melalui proses edukasi bagi siswa dan didokumentasikan dalam bentuk video untuk kemudian dinilai oleh panitia dan dewan juri.”

Dari proses awal tersebut, Azwar lolos ke babak 20 besar dan kembali diuji melalui pembuatan inovasi edukasi bertema CBP Rupiah. Ia kemudian menciptakan media pembelajaran interaktif bernama SICITAH (Siswa Cinta Rupiah). Media ajar digital ini memuat konten visual dan audio tentang CBP Rupiah, lengkap dengan latihan pemahaman untuk siswa. “Keunggulan dari media ajar ini adalah membangun kemandirian siswa dalam memahami CBP Rupiah karena dapat diakses dengan mudah dan berisi konten yang tepat,” jelas Azwar.

Setelah masuk 10 besar, Azwar mengikuti bootcamp dan babak grand final di Hotel Parkside Petro, Takengon. Pada tahap puncak, para finalis mempresentasikan produk edukasi mereka di hadapan juri melalui sesi pitching dan tanya jawab. Dari proses itulah, para pemenang diumumkan dan Azwar dinobatkan sebagai juara dua, sebuah pencapaian luar biasa yang menjadi kebanggaan bagi dirinya dan sekolah asalnya.

Menutup kisah inspiratifnya, Azwar menyampaikan harapannya, “Harapan saya ke depan agar media SICITAH dapat dimanfaatkan dalam edukasi CBP Rupiah, tentunya dengan penyempurnaan kembali sehingga masyarakat dapat teredukasi dengan baik tentang bagaimana seharusnya mereka cinta, bangga, dan paham rupiah.” Sebuah pesan tulus dari seorang guru yang terus berkarya demi negeri, melalui edukasi yang menyentuh hati dan membangun kesadaran finansial sejak dini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....