Pedal Sepeda Bang Pendek, Kisah Tak Kenal Lelah

  • 02 Jul 2025 19:21 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN, Lhokseumawe: Di sudut kota Lhokseumawe, waktu seolah berhenti setiap kali Panglu Harahap, atau Bang Pendek seperti ia akrab disapa, melintas.

Usianya sudah 74 tahun, namun semangatnya tak lekang dimakan usia. Dengan sepeda Phoenix tuanya yang dimodifikasi dengan keranjang di belakang, Ia mengayuh perlahan, menjajakan mainan anak-anak SD.

Setiap putaran pedalnya adalah jejak kisah panjang seorang perantau dari Sidempuan yang tak pernah menyerah pada kerasnya hidup.

Sejak tahun 1978 ia menginjakkan kaki di Aceh, mula-mula berjualan salak, hingga akhirnya, sejak 1986 sampai sekarang, mainan anak-anak menjadi ladang rezekinya.

Rumah sewanya di Lancang Garam Lorong Cempaka, yang hanya berukuran 3x4 meter, menjadi saksi bisu perjuangan Bang Pendek. Di sana, Ia beristirahat dari lelahnya mengayuh sepeda sepanjang hari.

Tak ada keluh kesah, tak ada rona putus asa di wajahnya yang keriput. Sebaliknya, senyum tipis seringkali menghiasi bibirnya saat Ia bertemu anak-anak yang mengerubungi sepedanya, memilih mainan dengan mata berbinar. Di usia senja yang seharusnya dihabiskan dengan tenang bersama keluarga, Bang Pendek memilih untuk terus berjuang, mencari nafkah demi kelangsungan hidupnya.

Kisah Bang Pendek adalah potret ketabahan yang mengharukan. Ia adalah pengingat bahwa usia hanyalah angka ketika semangat dan tekad untuk bertahan hidup membara di dalam dada.

Di setiap jalanan yang Ia lalui, di setiap mainan yang Ia jual, terpancar kekuatan seorang kakek yang enggan menyerah pada takdir.

Semangatnya menginspirasi, meninggalkan jejak kepahlawanan yang tak terucap, sebuah cerita tentang kegigihan yang tak pernah mengenal lelah demi sesuap nasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....