Menumbuhkan Minat Baca Generasi Muda di Era Digital

  • 17 Mei 2025 08:23 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN, Lhokseumawe :

Di tengah derasnya arus informasi dan hiburan digital, minat baca generasi muda semakin memudar. Banyak dari mereka lebih tertarik scroll media sosial berjam-jam daripada membuka buku atau artikel panjang. Hal ini bukan hanya disebabkan oleh kemajuan teknologi, tapi juga karena lingkungan yang kurang menanamkan budaya membaca sejak dini. Ketika bacaan tak lagi dianggap menyenangkan, membaca pun berubah dari kegiatan yang memperkaya menjadi beban yang dihindari.

Indonesia berada di peringkat ke-100 dari 208 negara dalam hal literasi, dengan tingkat literasi sekitar 95,44%. Namun, dalam hal minat baca, Indonesia seringkali menempati peringkat yang rendah, bahkan pernah berada di peringkat kedua dari bawah secara global. Minat baca buku di Indonesia masih relatif rendah, bahkan menurut UNESCO hanya 0,001% atau satu orang dari 1.000 orang Indonesia yang rajin membaca.

Rendahnya minat baca ini membawa dampak jangka panjang yang serius. Anak muda menjadi kurang kritis dalam berpikir, mudah terpengaruh hoaks, dan sulit memahami informasi yang kompleks. Padahal, kemampuan literasi sangat penting dalam dunia yang semakin kompetitif dan penuh tantangan. Tanpa kebiasaan membaca, generasi muda akan kesulitan berkembang secara intelektual dan emosional.

Namun, bukan berarti situasi ini tidak bisa diubah. Solusinya dimulai dari lingkungan terdekat: keluarga dan sekolah. Orang tua bisa menjadi contoh dengan rajin membaca di rumah dan menyediakan bacaan yang menarik sesuai usia anak. Sekolah pun dapat menghadirkan kegiatan literasi yang kreatif, seperti pojok baca, lomba resensi, atau diskusi buku yang menyenangkan. Ketika membaca dikemas dengan cara yang seru, anak-anak pun akan lebih tertarik menjalaninya.

Di sisi lain, teknologi juga bisa dijadikan alat bantu, bukan musuh. Buku digital, aplikasi literasi, hingga podcast cerita bisa menjadi jembatan untuk menarik minat baca anak muda. Kuncinya adalah menyesuaikan bacaan dengan minat mereka dan membiarkan mereka memilih sendiri apa yang ingin dibaca. Dengan pendekatan yang tepat, budaya membaca bisa tumbuh kembali dan mengakar kuat dalam keseharian generasi muda.

Hal ini bertepatan dengan Hari Buku Nasional yang diselenggarakan RRI Lhokseumawe dalam Dialog pagi yang dipandu Host Saifannur dan Zulfikri dengan narasumber Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Utara Khairuddin, Kepala Arsip dan Perpustakaan Kota Lhokseumawe Darius, dan Anggota DPRK Lhokseumawe Jailani Usman disiarkan RRI Digital dan YouTube RRI Lhokseumawe official hari ini 17 mei 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....