Kekerasan Terhadap Perempuan dan Dampaknya
- 12 Mei 2025 13:47 WIB
- Lhokseumawe
KBRN Lhokseumawe: Radio Republik Indonesia (RRI) Lhokseumawe kembali menghadirkan program obrolan pengarusutamaan gender yang penting dan informatif pada Senin, 12 Mei 2025.
Edisi kali ini mengangkat tema krusial mengenai "Kekerasan Terhadap Perempuan dan Dampaknya," menghadirkan dua narasumber kompeten di bidangnya. Roslina Rasyid SH MH, sekretaris eksekutif Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Apik Aceh, dan Maida Safrina SE, dewan dari Balai Syura Aceh Utara, hadir untuk memberikan perspektif mendalam terkait isu yang masih menjadi tantangan serius di masyarakat.
Dalam diskusi yang berlangsung hangat, kedua narasumber mengupas berbagai aspek kekerasan terhadap perempuan, mulai dari definisi, bentuk-bentuk kekerasan yang sering terjadi, hingga akar permasalahan yang melatarbelakanginya.
Roslina Rasyid dari LBH Apik Aceh menyoroti pentingnya pemahaman hukum dan mekanisme perlindungan bagi korban kekerasan. Beliau juga menekankan perlunya keberanian korban untuk melapor dan peran aktif masyarakat dalam memberikan dukungan.
Sementara itu, Maida Safrina dari Balai Syura Aceh Utara memberikan pandangan dari perspektif sosial dan budaya, menyoroti dampak kekerasan terhadap perempuan tidak hanya pada korban secara langsung, tetapi juga pada keluarga dan komunitas secara luas.
Lebih lanjut, program ini juga membahas dampak multidimensi dari kekerasan terhadap perempuan. Aspek psikologis seperti trauma, depresi, dan kecemasan menjadi perhatian utama.
Selain itu, dampak ekonomi juga tidak luput dari pembahasan, di mana kekerasan dapat menghambat partisipasi perempuan dalam dunia kerja dan berpotensi menimbulkan kerugian finansial.
Diskusi ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai betapa kompleksnya permasalahan kekerasan terhadap perempuan dan urgensi penanganan yang serius dan terintegrasi.
Melalui program obrolan pengarusutamaan gender ini, RRI Lhokseumawe sekali lagi menunjukkan komitmennya dalam menyuarakan isu-isu penting yang berkaitan dengan hak-hak perempuan.
Kehadiran narasumber yang ahli dan pembahasan yang mendalam diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, mendorong perubahan perilaku, dan memperkuat upaya pencegahan serta penanganan kekerasan terhadap perempuan di wilayah Aceh Utara dan sekitarnya.
Sinergi antara lembaga hukum, organisasi masyarakat, dan media seperti RRI menjadi kunci dalam mewujudkan masyarakat yang lebih adil dan aman bagi semua.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....