Keumamah Aceh Tembus Pasar Malaysia hingga Eropa
- 18 Sep 2026 15:30 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Keumamah, makanan khas Aceh berbahan dasar ikan, kini tidak hanya dikenal di pasar lokal. Produk olahan tersebut telah dipasarkan hingga Malaysia, Selandia Baru, dan sejumlah negara Eropa. Jumat, 18 September 2026.
Salah satu pelaku usaha, IKM Keumamah Cutkak di Banda Aceh, mampu memproduksi hingga 1.000 produk setiap bulan. Produk keumamah tersebut dijual dengan harga berkisar Rp35 ribu hingga Rp340 ribu per kilogram.
Pengembangan keumamah dilakukan dengan mengolah ikan tuna menjadi produk pangan yang memiliki nilai tambah. Proses produksi juga menggunakan teknologi pengemasan vakum untuk mendukung daya simpan sekaligus memenuhi kebutuhan pasar ekspor.
Pasar luar negeri yang berhasil dijangkau mencakup Malaysia, Selandia Baru serta sejumlah negara di kawasan Eropa. Produk tersebut dipasarkan dengan memenuhi standar ekspor yang menjadi salah satu syarat untuk memperluas akses pangan khas Aceh ke pasar global.

Pengembangan produk olahan ikan seperti keumamah sekaligus membuka peluang peningkatan nilai ekonomi hasil perikanan Aceh. Produk tradisional yang dikemas dengan standar pasar dapat memiliki jangkauan konsumen yang lebih luas.
Keumamah sendiri merupakan salah satu kuliner yang lekat dengan tradisi masyarakat Aceh. Perjalanan produk ini ke pasar internasional menunjukkan bahwa pangan tradisional dapat dikembangkan melalui pengolahan, pengemasan dan pemenuhan standar pasar.
Dengan kapasitas produksi mencapai 1.000 produk per bulan, usaha keumamah di Banda Aceh tersebut menjadi salah satu contoh pengembangan produk lokal berorientasi pasar global. Ekspansi pasar juga membuka peluang agar semakin banyak produk pangan khas Aceh memiliki nilai tambah dan daya saing di luar negeri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....