Dari Hobi Membuat Kue, Nurma Yunita Merintis Bolu Gulung Kembar di Lhokseumawe
- 01 Sep 2026 13:27 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Berawal dari hobi membuat kue dan memanfaatkan sisa selai nanas setelah membuat nastar, Nurma Yunita (Owner Bolu Gulung Kembar) mulai merintis usaha Bolu Gulung Kembar di Lhokseumawe. Tak disangka, kreasi sederhana itu mendapat respons positif hingga mendorongnya untuk menerima pesanan dan mengembangkan usaha rumahan tersebut.
Hal tersebut dikisahkan dalam Obrolan UMKM di Pro 1 RRI Lhokseumawe pada Senin, 31 Agustus 2026. Nurma mengisahkan, ide membuat bolu gulung muncul setelah Lebaran Haji tahun ini. Saat itu, ia masih memiliki selai nanas yang kemudian dimanfaatkan sebagai isian bolu. Hasil percobaan tersebut dibagikan kepada keluarga dan sejumlah teman untuk dicicipi.
Respons yang diterima cukup baik. Tekstur bolu yang lembut dan cita rasanya yang mengingatkan pada bolu gulung khas Medan membuat orang-orang di sekitarnya mendorong Nurma untuk mulai menjual hasil buatannya.
“Awalnya karena hobi membuat kue. Ada sisa selai nanas dari bikin nastar, kemudian saya coba buat bolu gulung. Setelah dicicipi keluarga dan teman-teman, ternyata banyak yang suka dan akhirnya saya memberanikan diri untuk menerima pesanan,” ujar Nurma.
Usaha tersebut hingga kini masih tergolong baru, yakni sekitar tiga bulan. Dalam prosesnya, Nurma memilih menjalankan produksi berdasarkan pesanan atau sistem pre-order. Cara ini dipilih agar kue yang dibuat tetap segar ketika sampai ke tangan pelanggan.
Selain rasa nanas yang menjadi salah satu varian yang paling banyak diminati, Nurma juga mengembangkan beberapa pilihan rasa lainnya. Pengembangan varian tersebut dilakukan untuk memberikan pilihan kepada konsumen sekaligus menjadi ruang baginya untuk terus berkreasi dengan produk yang dibuat dari rumah.
Menurut Nurma, mempertahankan kualitas menjadi salah satu bagian penting dalam membangun usaha. Ketika harga bahan baku mengalami perubahan, ia berusaha tidak sembarangan mengganti bahan karena ingin menjaga cita rasa yang sudah dikenal oleh pelanggan.
“Yang paling penting bagi saya kualitas rasa harus tetap dijaga. Walaupun harga bahan kadang naik, saya berusaha tetap menggunakan bahan yang sama supaya rasanya tidak berubah,” katanya.
Dalam pemasarannya, Nurma masih banyak mengandalkan rekomendasi dari keluarga dan teman, serta jaringan reseller dan media sosial. Menurutnya, promosi dari orang-orang terdekat cukup membantu usaha yang masih dalam tahap awal tersebut dikenal lebih luas.
Ia juga mengakui, menjalankan usaha dari rumah bukan tanpa tantangan. Ketika pesanan mulai berdatangan, seluruh proses produksi sempat harus dikerjakan sendiri. Kondisi tersebut membuatnya harus belajar mengatur waktu, jumlah pesanan, hingga proses pembuatan agar kualitas tetap terjaga.
Di balik proses merintis usaha, Nurma melihat pengalaman tersebut sebagai kesempatan untuk belajar. Ia berharap masyarakat yang memiliki kemampuan atau hobi tertentu tidak terlalu lama menunggu untuk mencoba menjadikannya sebagai peluang usaha.
“Mulai aja dulu apa yang kita bisa, mulai dari orang terdekat. Kalau memang itu jalannya, Allah pasti akan mudahkan,” tutur Nurma.
Kisah Bolu Gulung Kembar menunjukkan bahwa sebuah usaha tidak selalu lahir dari perencanaan besar dan modal yang banyak. Dari hobi, bahan yang tersedia di rumah, serta keberanian mencoba, peluang usaha dapat tumbuh secara perlahan selama kualitas dan kemauan untuk belajar terus dijaga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....