CFD Langsa Dorong UMKM, Pangan Murah dan Layanan

  • 09 Agt 2026 15:29 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Kota Langsa - Car Free Day (CFD) di Lapangan Merdeka Kota Langsa tidak hanya menjadi ruang bagi masyarakat berolahraga. Kegiatan rutin setiap Minggu pagi tersebut kini berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi sekaligus tempat pemerintah menghadirkan pelayanan publik secara langsung kepada masyarakat.

Pelaksanaan CFD, Minggu, 9 Agustus 2026, dipadati ribuan warga. Selain mengikuti berbagai kegiatan olahraga seperti senam, jogging, jalan santai dan bersepeda, masyarakat juga memanfaatkan momentum tersebut untuk berbelanja produk UMKM dan memenuhi sejumlah kebutuhan pangan.

Puluhan pelaku UMKM membuka lapak dengan menawarkan berbagai kuliner, minuman, fesyen hingga kerajinan lokal. Ramainya pengunjung memberikan peluang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan sekaligus meningkatkan penjualan produk mereka.

Pemerintah Kota Langsa melalui Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kota Langsa juga menghadirkan Gelar Pangan Murah (GPM) dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia Tahun 2026.

Sejumlah kebutuhan pangan dijual dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Di antaranya telur Rp42.000 per papan, cabai rawit Rp60.000, tomat Rp13.000, cabai hijau Rp31.000, cabai merah Rp31.000, bawang merah Rp31.000, bawang putih Rp30.000 serta ayam Rp26.000 per kilogram.

Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S. Putra mengatakan, GPM merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Hari ini kita juga menghadirkan Gelar Pangan Murah. Tentunya dengan harga yang lebih terjangkau dari harga pasar. Ini kita lakukan agar masyarakat yang datang ke CFD tidak hanya berolahraga, tetapi juga bisa mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga yang lebih murah,” jelasnya.

Tidak hanya pangan, pelayanan publik juga hadir di tengah keramaian CFD. Dinas Perhubungan Kota Langsa membuka layanan pendaftaran E-Parking sebagai bagian dari upaya memperkenalkan sistem parkir digital yang lebih tertib, modern dan transparan.

Dekranasda Kota Langsa turut menghadirkan stand yang menyajikan jajanan produk lokal. Sementara Kantor Imigrasi membuka layanan informasi dan pelayanan paspor bagi masyarakat.

Wali Kota menyebutkan, keberadaan berbagai kegiatan tersebut merupakan bagian dari konsep CFD yang ingin terus dikembangkan Pemerintah Kota Langsa.

“Kita ingin CFD ini menjadi ruang publik yang benar-benar hidup. Masyarakat bisa berolahraga, UMKM bisa berjualan, produk lokal bisa dipromosikan, dan pemerintah juga bisa menghadirkan pelayanan secara langsung kepada masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Jeffry, tingginya antusiasme masyarakat menjadi modal penting untuk terus meningkatkan kualitas CFD agar manfaatnya tidak hanya dirasakan dari sisi kesehatan, tetapi juga ekonomi dan pelayanan publik.

“Mudah-mudahan CFD ini terus kita tingkatkan. Bukan hanya ramai, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat, baik dari sisi kesehatan, sosial maupun ekonomi,” pungkasnya.

Dengan konsep tersebut, CFD Lapangan Merdeka menjadi ruang pertemuan antara aktivitas olahraga, geliat UMKM, akses pangan dengan harga terjangkau dan pelayanan pemerintah. Kehadiran berbagai unsur tersebut membuat CFD semakin strategis sebagai ruang publik yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....