Cinta Produk Lokal, Gaya atau Kewajiban?
- 25 Mei 2026 08:35 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID Lhokseumawe - Kesadaran generasi muda untuk mencintai produk lokal kini semakin meningkat. Mulai dari kuliner, fashion hingga produk UMKM, anak muda mulai menunjukkan rasa bangga menggunakan hasil karya daerah sendiri. Hal tersebut menjadi topik obrolan dalam program SPADA (Selamat Pagi Teman Pro2) yang dipandu Dhera pada Senin (25/05/2026) bersama Irfan Dzakwan, seorang manager salah satu produk kuliner di Lhokseumawe.
Dalam perbincangan tersebut, Irfan mengatakan bahwa produk lokal saat ini tidak lagi dipandang sebelah mata. Menurutnya, kualitas produk daerah kini mampu bersaing dengan produk luar, baik dari segi rasa, kemasan maupun inovasi. Ia menilai perkembangan media sosial juga ikut membantu pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat luas, khususnya kalangan muda.
Irfan menjelaskan, mencintai produk lokal bukan hanya sekadar mengikuti tren atau gaya hidup semata, tetapi juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap perekonomian daerah. Dengan membeli produk lokal, masyarakat secara tidak langsung membantu pelaku UMKM untuk terus berkembang dan membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang.
Selain itu, Irfan juga melihat perubahan pola pikir generasi muda yang kini mulai bangga menggunakan produk buatan daerah sendiri. Menurutnya, jika anak muda terus mendukung produk lokal, maka produk-produk dari Lhokseumawe maupun Aceh memiliki peluang besar untuk dikenal lebih luas hingga ke tingkat nasional. Ia berharap pelaku usaha lokal terus meningkatkan kualitas agar semakin dipercaya masyarakat.
Sementara itu, Dhera dalam obrolan tersebut mengajak anak muda untuk mulai membiasakan diri mendukung produk lokal dari hal-hal sederhana, seperti membeli makanan khas daerah maupun menggunakan brand lokal. Melalui program SPADA, diharapkan semangat mencintai produk lokal dapat terus tumbuh dan menjadi kebiasaan positif di kalangan generasi muda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....