Dari Nisam ke Bali, Kakao Aceh Utara Tembus Industri Cokelat Premium
- 16 Mei 2026 15:03 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Aceh Utara – Potensi kakao lokal Aceh Utara terus menunjukkan perkembangan menjanjikan. Melalui inovasi dan pengolahan modern, kakao hasil petani di Kecamatan Nisam kini mulai berkembang menjadi berbagai produk cokelat premium bernilai ekonomi tinggi.
Salah satu penggeraknya adalah Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Nisam yang berada di Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara. Lembaga tersebut aktif mengembangkan produk makanan dan minuman berbahan dasar kakao lokal menjadi cokelat siap saji yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

Ketua P4S Nisam, Mahdi Abdullah atau yang akrab disapa “Mahdi Kakao”, mengatakan pengembangan produk tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan nilai jual kakao lokal sekaligus mendorong kemandirian petani dari sektor hulu hingga hilir.
“Pengembangan ini bertujuan agar petani tidak hanya menjual hasil panen mentah, tetapi juga mampu mengolah kakao menjadi produk bernilai ekonomi tinggi,” ujar Mahdi.

Mahdi sendiri telah menekuni budidaya kakao sejak tahun 2010 di Gampong Panton, Kecamatan Nisam. Perjalanan usahanya tidak mudah.
Berbagai tantangan pernah dihadapi, mulai dari keterbatasan ilmu budidaya hingga persoalan pemasaran hasil panen. Namun, berkat ketekunan dan pendampingan dari Dinas Perkebunan Aceh Utara, usahanya perlahan berkembang pesat.

Kini, selain membudidayakan kakao, Mahdi juga mengembangkan usaha fermentasi biji kakao melalui produk bertajuk “Alam Cokelat”. Biji kakao hasil fermentasi tersebut dikirim hingga ke Bali untuk diolah menjadi bubuk cokelat, bahan kosmetik, sabun, hingga campuran es krim.
Keberhasilan tersebut menjadikan Mahdi sebagai salah satu pelopor pengembangan kakao lokal berbasis industri rumahan di Aceh Utara. Bahkan, ia juga aktif membagikan pengetahuan kepada petani lain agar mampu meningkatkan kualitas hasil panen dan pengolahan kakao.

Pengembangan kakao premium ini dinilai membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pedesaan, khususnya generasi muda. Selain meningkatkan pendapatan petani, industri olahan kakao juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru di sektor pertanian dan UMKM.
Mahdi berharap ke depan kakao Aceh Utara semakin dikenal luas sebagai produk unggulan daerah yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
“Harapan kami, kakao Aceh Utara bisa menjadi kebanggaan daerah dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....