Kisah Inspiratif Mahasiswi Lhokseumawe Bangun UMKM War Mor MBR
- 28 Apr 2026 23:03 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Dua mahasiswi asal Lhokseumawe, Jannati dan Salma, membuktikan bahwa kesibukan akademik bukan penghalang untuk merintis dunia usaha. Melalui usaha UMKM War Mor MBR (Melimpah Berkah Rezeki), keduanya sukses membangun bisnis kuliner di tengah padatnya jadwal perkuliahan dan aktivitas sebagai santri di pesantren.
Usaha yang berawal dari modal Rp200.000 hasil menyisihkan uang jajan ini, kini telah berkembang dari sistem daring hingga memiliki gerai luring di depan kampus. Jannati, mahasiswi Komunikasi Penyiaran Islam UIN Sultanah Nahrasiyah, dan Salma, mahasiswi FKIP Bahasa Inggris Universitas Bumi Persada, memulai perjalanan ini sejak Januari 2026.
Motivasi utama mereka adalah kemandirian finansial agar tidak terus bergantung pada orang tua. Meski sempat mengalami kegagalan pada bisnis sebelumnya, pertemuan keduanya yang merasa satu frekuensi menjadi titik balik untuk melahirkan produk unik seperti lumpia ubi ungu dan lumpia pisang dengan aneka rasa.
"Kami tidak ingin waktu kuliah hanya habis untuk bersantai atau tidur saja. Kami ingin menghasilkan sesuatu dari keringat sendiri," ujar Jannati dalam program Obrolan UMKM di RRI Pro Satu Lhokseumawe pada Senin, 27 April 2026. Ia menambahkan bahwa tantangan awal yang mereka hadapi adalah manajemen waktu antara belajar, mengaji, dan memproduksi dagangan yang dilakukan secara mandiri tanpa bantuan karyawan.
Salma, yang berperan sebagai pengolah resep atau juru masak, menjelaskan bahwa kualitas produk menjadi prioritas utama meski harga yang dipatok sangat ramah di kantong mahasiswa. Produk unggulan mereka, Lumora (Lumpia Ora Rasa), menawarkan variasi rasa seperti cokelat, tiramisu, hingga matcha. Kini, menu mereka semakin beragam dengan tambahan risol mentai hingga mi mentai yang banyak diminati oleh kalangan milenial dan Gen Z.
Perjalanan bisnis mereka tidak selalu mulus, mulai dari keraguan orang tua hingga kendala bahan baku ubi ungu yang sulit didapat di Lhokseumawe. Tidak jarang pula keduanya merasa diabaikan dan dipandang sebelah mata. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk terus berkarya. Jannati bahkan memiliki target dalam enam bulan ke depan untuk bisa mempekerjakan karyawan agar mereka dapat lebih fokus pada pengembangan bisnis baru lainnya.
Kepada generasi muda lainnya, Salma berpesan agar tidak takut bermimpi besar dan tidak menjadikan keterbatasan modal sebagai alasan untuk takut memulai. Menurutnya, keberanian untuk mengambil langkah pertama adalah kunci utama dalam berwirausaha. Senada dengan itu, Jannati menekankan pentingnya mengurangi sifat gengsi dan overthinking yang sering menjadi penghambat produktivitas anak muda masa kini.
Keberhasilan Jannati dan Salma mengelola UMKM War Mor MBR dengan tetap bisa mempertahankan IPK yang tinggi mencapai 3.8, menjadi inspirasi nyata bagi mahasiswa lain. "Anak Muda banyak kebutuhan dan keinginan, jadi jangan gengsi, ayo wujudkan semuanya lewat usaha sendiri,"pesan Jannati.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....