Tradisi Meugang Dongkrak Penjualan Bumbu Masakan
- 17 Feb 2026 08:33 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Memasuki hari meugang, permintaan bumbu masakan di Pasar Impres Kota Lhokseumawe meningkat signifikan. Sejumlah pedagang mengaku kewalahan melayani pembeli yang datang silih berganti sejak pagi hari untuk mempersiapkan hidangan khas meugang.
Salah seorang penjual bumbu, Tarmizi yang akrab disapa Pak Haji, mengatakan lonjakan pembeli sudah terasa sejak dua hari terakhir. Menurutnya, tradisi meugang selalu membawa berkah bagi pedagang bumbu karena masyarakat lebih memilih membeli racikan siap pakai.
“Kalau mendekati hari meugang, pembeli memang ramai. Dari pagi sampai siang hampir tidak berhenti,” ujarnya saat ditemui di lapaknya Selasa 17 Februari 2026.
Di hari meugang, masyarakat Aceh biasanya mengonsumsi daging sapi maupun kambing sebagai hidangan utama bersama keluarga. Karena itu, kebutuhan akan bumbu masakan meningkat tajam, sebab hampir setiap rumah tangga memasak daging dengan berbagai olahan khas.
Beragam jenis bumbu masakan dijual di lapaknya, mulai dari bumbu rendang, kari, masak putih hingga aneka racikan rempah lainnya. Untuk harga, bumbu dijual mulai dari Rp5 ribu hingga Rp15 ribu per bungkus, tergantung jenis dan banyaknya racikan yang diminta pembeli. Harga tersebut dinilai masih terjangkau oleh masyarakat.
Pada meugang kecil kali ini, Pak Haji mengaku mampu menjual ratusan bungkus bumbu dalam sehari. Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan hari biasa yang hanya puluhan bungkus. Tradisi meugang pun kembali menjadi momentum peningkatan aktivitas ekonomi bagi para pedagang di pasar tradisional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....