Mama Rais Food, Makanan Favorit Keluarga Menghasilkan Cuan
- 07 Okt 2025 20:08 WIB
- Lhokseumawe
KBRN, Lhokseumawe : Dalam dialog UMKM, Senin (06/10/2025), sebuah usaha rumah tangga bernama Mama Rais Food hadir ke studio RRI Pro Satu Lhokseumawe dan berbagi kisah perjalanan suksesnya kepada pendengar.
Ternyata bukan tanpa alasan mengapa UMKM tersebut diberi nama Mama Rais Food. Nyatanya, usaha ini diberi nama demikian karena terinspirasi dari kegemaran anggota keluarga dalam menyantap makanan yang dimasak dan dikreasikan oleh sang Ibunda, Jeliati, sang Owner dari Mama Rais Food.
"Anak-anak sangat suka dengan nugget ikan bikinan saya. Begitupun dengan ayahnya, yang selalu request untuk dibuatkan nugget, empek-empek, dan Tekwan Palembang,"cerita Jeliati.
Saat anak-anak membawa bekal makanannya ke sekolah berupa nugget buatan rumahan, guru dari anak-anak pun ikut mencicipi dan tertarik, lalu memesan nugget bikinan Jeliati. Menurut mereka, rasa nuggetnya enak dan memiliki citarasa berbeda.
Berawal dari kebiasaan tersebutlah, sejak tahun 2015 Jeliati merintis usahanya dari rumah hingga saat ini. Pandemi covid sekitar tahun 2020, merupakan tahun yang penuh berkah bagi usahanya. Karena di tahun itu, pesanan membludak sampai ia kewalahan.
Jeliati memasarkan produknya ke masyarakat baik secara offline maupun online. Ia juga menerima pesanan dalam jumlah partai besar seperti untuk acara resepsi pernikahan dan acara-acara yang diadakan kantor pemerintahan.
Usaha Frozen Food Tekwan dan Empek-Empek Mama Rais Food laku keras dan banyak peminatnya. Selain rasa ikannya yang khas, produk usaha Mama Rais Food digemari karena dinilai sebagai jajanan bergizi dan bebas pengawet.
"Ikan kan banyak kandungan gizinya, dan kita usahakan untuk tidak pakai pengawet sehingga lebih menyehatkan,"ujar Jeliati.
Produk olahan ikan berupa Pempek, Tekwan serta Bakso di Mama Rais Food dibanderol dengan harga bervariasi. Untuk Pempek sendiri dijual mulai dari harga 50 ribu rupiah per pack dengan Isi 12 pcs Pempek Lenjeran. Sementara Bakso seharga 100 ribu rupiah per kilogram. Selain Pempek, Bakso dan Tekwan, ia juga mengembangkan produk baru yaitu Martabak kuah cuko, yang juga merupakan makanan khas Palembang.
Padahal Jeliati bukanlah keturunan asli Palembang. Ia merupakan putri asli Aceh yang kebetulan sangat menggemari makanan khas Palembang. Begitupun dengan anggota keluarganya, yang semuanya suka makanan Palembang.
Jeliati selama ini rajin mengikuti berbagai even UMKM seperti Ahad Festival, Bazar di kampus-kampus dan berbagai even lainnya. Selain itu ia juga gemar mengikuti pelatihan-pelatihan yang menunjang pengembangan produknya baik dari segi strategi pengemasan dan pemasaran.
Menurutnya selama ini Pemerintah sangat mendukung usahanya, ia mengaku mendapat banyak dukungan dan pendampingan serta bantuan alat dari pemerintah setempat seperti dari Disperindakop & UKM, Dinas Kelautan, dan Bank Indonesia. Ia pun berharap untuk ke depan, usahanya bisa semakin laris manis dan bisa membuka gerai toko.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....