Jemari Merajut, Ekonomi Keluarga Menguat
- 18 Mei 2025 22:22 WIB
- Lhokseumawe
KBRN, Lhokseumawe: Di usia 35 tahun, Faridah Fatika Sari, yang akrab disapa Sari, menemukan kebahagiaan dan sumber penghasilan dari lincahnya jemari yang merajut benang.
Dengan penuh semangat, Sari menciptakan beragam produk rajutan yang tak hanya indah dipandang, namun juga memiliki nilai jual.
"Harga produk rajutan saya bervariasi, mulai dari lima ribu hingga dua ratus lima puluh ribu rupiah, tergantung pada kerumitan model dan ukurannya," ungkap Sari dengan ramah pada Minggu (18/5/2025).
Ia mencontohkan, gantungan kunci kecil dihargai lima ribu rupiah, tas bekal yang praktis dijual seharga lima puluh ribu rupiah, sementara penutup galon yang unik memiliki harga seratus ribu rupiah.

Gantungan Kunci Rajut.
Sari menjelaskan bahwa proses pengerjaan setiap produk rajutan membutuhkan ketelitian dan kesabaran.

Tas Rajut.
"Untuk satu produk, seperti gantungan kunci, bisa selesai dalam sehari. Namun, untuk pesanan yang lebih besar dan rumit, seperti tas atau taplak meja, bisa memakan waktu dua hingga tiga hari," tutur Sari.
Meskipun demikian, Ia selalu berusaha menyelesaikan setiap pesanan dengan hasil yang memuaskan bagi pelanggannya.
Kualitas rajutan yang rapi dan desain yang menarik menjadi daya tarik utama produk-produk buatan Sari.

Sepatu Bayi Rajut.
Kisah Sari adalah inspirasi bagi banyak orang, terutama kaum ibu rumah tangga, bahwa kreativitas dapat menjadi jalan untuk meningkatkan ekonomi keluarga.
Dengan memanfaatkan keterampilan merajut yang dimilikinya, Sari membuktikan bahwa dengan ketekunan dan kerja keras, impian untuk mandiri secara finansial dapat terwujud. Setiap helai benang yang dirajut oleh Sari bukan hanya menghasilkan produk yang bernilai, tetapi juga merajut harapan dan kesejahteraan bagi dirinya dan keluarganya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....